comscore

Meski Diperkirakan Terjaga, Stabilitas Keuangan Masih Perlu Mewaspadai Sejumlah Risiko

Husen Miftahudin - 13 Mei 2022 17:20 WIB
Meski Diperkirakan Terjaga, Stabilitas Keuangan Masih Perlu Mewaspadai Sejumlah Risiko
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan. Foto: BI.
Jakarta: Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Nomor 38: Sinergi dan Inovasi untuk Mengakselerasi Pemulihan Intermediasi dan Menjaga Ketahanan Sistem Keuangan, memperkirakan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga pada 2022.

"Seiring dengan prospek pemulihan ekonomi, stabilitas sistem keuangan Indonesia diprakirakan tetap terjaga pada 2022, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai," ucap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam peluncuran Buku KSK tersebut, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 13 Mei 2022.
Lebih lanjut Buku KSK tersebut mengungkapkan bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, di tengah pemulihan perekonomian global dan domestik yang masih dibayangi berbagai tantangan. Sinergi kebijakan menjadi kunci stabilnya sistem keuangan, yang diwujudkan melalui bauran kebijakan nasional yang akomodatif.

Selain itu, sistem keuangan tetap berdaya tahan, dan intermediasi melanjutkan perbaikan seiring dengan membaiknya kinerja korporasi dan rumah tangga (RT) serta persepsi risiko.

"Dalam rangka mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas, Bank Indonesia melanjutkan bauran kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi nasional, diantaranya melalui kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan inovatif bersinergi dengan kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menekankan pentingnya kebijakan otoritas yang well calibrated, well planned, dan well communicated untuk menjawab berbagai tantangan yang masih akan mewarnai pemulihan ekonomi global dan domestik ke depan.

Destry juga membeberkan sejumlah tantangan yang masih menghantui stabilitas keuangan Indonesia di sepanjang tahun ini. Di antaranya adalah ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut dan dampak luka memar (scarring effect) pandemi covid-19 yang bersifat struktural.

"Untuk itu, Bank Indonesia terus berupaya menjaga momentum pemulihan melalui penguatan sinergi kebijakan nasional, termasuk didalamnya kebijakan makroprudensial akomodatif," tutup Destry.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id