Ekonomi RI 3,5% di Kuartal III Lebih Baik dari Negara Tetangga

    Eko Nordiansyah - 20 November 2021 16:27 WIB
    Ekonomi RI 3,5% di Kuartal III Lebih Baik dari Negara Tetangga
    Ilustrasi bendera Indonesia - - Foto: dok AFP



    Surabaya: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat bisa mencapai 3,51 persen pada kuartal III-2021. Meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.

    Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) IGP Wira Kusuma mengatakan perekonomian Thailand dan Malaysia masih mengalami kontraksi pada kuartal III. Sementara saat yang sama, ekonomi Indonesia yang didorong oleh ekspor mencatat pertumbuhan positif.

    "Kita lihat perekonomian domestik di kuartal III, perekonomian melambat dari kuartal II menjadi sekitar 3,51 persen. Ini lebih banyak disumbang oleh pertumbuhan net ekspor. Kalau dibandingkan peer country, 3,5 persen itu sudah cukup baik, menunjukkan bahwa pemulihan tetap berjalan, tetap positif 3,5 persen," kata dia dalam pelatihan wartawan BI di Surabaya, Sabtu, 20 November 2021.

    Tak hanya pertumbuhan ekonomi yang positif, sejumlah sektor juga masih mencatatkan peningkatan kinerja pada kuartal III tahun ini. Misalnya industri pengolahan, perdagangan, pertanian yang menjadi penggerak utama ekonomi meningkat, sehingga mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19.

    "Kalau kita lihat level PDB harga konstan, kuartal III sudah lebih tinggi dari precovid secara level. Boleh dibilang perbaikan ekonomi sudah melewati pre pandemi secara level, itu didorong net ekspor yang lebih tinggi. Jadi ekspor inilah yang akan membantu ke depan, kita expect akan juga mengikuti perkembangan ekspornya," ungkap dia.

    Ekonom Senior The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III memang relatif lebih tinggi dibandingkan peers countries. Secara akumulatif, ekonomi dari Januari hingga September 2021 lalu mencatat pertumbuhan 3,24 persen.

    "Karena kita lihat minusnya kita tidak terlalu drop, negara-negara lain pasca covid-19 minusnya ada yang delapan sampai sembilan persen, kita minusnya hanya dua persen lebih. Kalaupun sekarang tumbuh 3,51 persen, basenya kita sudah tinggi sehingga memang bisa di-push lebih tinggi lagi," jelas dia.

    Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik ini tak lepas dari kontribusi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, BI, maupun otoritas lainnya. Pasalnya pemerintah selama pandemi covid-19 memberikan berbagai stimulus seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan biaya ratusan triliun.

    "Kemudian Bank Indonesia menerbitkan tingkat suku bunga dengan level yang rendah, dan banyak menerbitkan kebijakan prudensial, melonggarkan kebijakan LTV, itu adalah upaya-upaya untuk menjaga stabilitas dan menurut saya itu cukup berhasil," pungkasnya.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id