Sri Mulyani Ungkap Syarat Buka Pintu Wisatawan Asing

    Eko Nordiansyah - 27 September 2021 19:41 WIB
    Sri Mulyani Ungkap Syarat Buka Pintu Wisatawan Asing
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut salah satu syarat untuk membuka kembali pintu bagi wisatawan asing adalah kepastian keamanan. Pasalnya, para wisatawan asing tidak akan datang tanpa jaminan keamanan di tengah pandemi covid-19.

    Ia mengatakan syarat keamanan dari covid-19 ini tidak hanya berlaku bagi turis mancanegara saja, melainkan juga para wisatawan lokal. Oleh karena itu, keamanan untuk mereka bisa berwisata dengan aman dan nyaman menjadi suatu keharusan yang bisa diberikan pemerintah maupun pelaku wisata.

     



    "Masyarakat turis tidak akan kembali melakukan kegiatan tourism khususnya dari mancanegara ke Indonesia apabila mereka belum mendapatkan kepastian bahwa mereka akan bisa menuju kepada destinasi pariwisata secara aman dan nyaman," kata dia dalam webinar, Senin, 27 September 2021.

    Meski begitu, bukan berarti para pelaku usaha pariwisata ini melupakan aspek atraksi dan jasa pelayanannya kepada para wisatawan. Semua persyaratan ini tentunya harus dibarengi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena saat ini pandemi covid-19 belum sepenuhnya hilang.

    "Tapi bukan berarti kita lupa untuk betul-betul memperbaiki sektor pariwisatanya itu sendiri atraksinya, jasa dan pelayannya, hospitality-nya, dan tentu dengan protokol kesehatannya itu akan membuat yakin dan nyaman para turis atau pengunjung bisa kembali bergairah," ungkapnya.

    Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan anggaran untuk mendukung kembali pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Bukan hanya dukungan anggaran di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saja, tetapi juga kementerian lainnya, termasuk pemberian insentif bagi para pelaku usaha.

    "Memang pariwisata dimensinya sangat banyak namun tadi saya sampaikan tidak semua anggaran ataupun insentif langsung kepada kementerian terkait bisa digoreskan dengan kementerian lain. Kami akan membantu jika dibutuhkan untuk membahas koordinasi belanja daerah maupun pusat," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id