Resmi Kantongi Pembiayaan PMN, Anggaran Proyek Kereta Cepat Tunggu Audit BPKP

    Insi Nantika Jelita - 02 November 2021 16:02 WIB
    Resmi Kantongi Pembiayaan PMN, Anggaran Proyek Kereta Cepat Tunggu Audit BPKP
    Pembangunan jalur elevated kereta cepat Jakarta-Bandung dari atas Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat. Foto: dok MI/Ramdani.



    Jakarta: Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) resmi mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait pendanaan dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

    Proyek tersebut diketahui mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp28,5 triliun, dari rencana awal pembiayaan USD6,07 miliar menjadi USD8 miliar.

     



    Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan, progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini sudah mencapai lebih dari 79 persen.

    "Bahkan saat ini, rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang di Qingdao, Tiongkok," ucapnya dalam keterangan resmi, dilansir Mediaindonesia.com, Selasa, 2 November 2021.

    Baca: Kantongi Komitmen PMN dan Pendanaan dari CDB, Proyek Kereta Cepat Siap Tancap Gas

    Tahap produksi tersebut, lanjutnya, dengan sistem manajemen mutu terstandarisasi internasional ISO 9001. Dwiyana menjelaskan, masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), selaku leading konsorsium proyek ini, bakal mengakselerasi pengerjaan proyek.

    Secara detail, struktur pembiayaan KCJB adalah:

    1. 75 persen dari nilai proyek dibiayai oleh China Development Bank (CDB).
    2. 25 persen dibiayai dari ekuitas konsorsium.
    Dari 25 persen ekuitas, 60 persen berasal dari konsorsium Indonesia karena menjadi pemegang saham mayoritas. Sehingga, pendanaan dari konsorsium Indonesia ini sekitar 15 persen dari proyek.

    Sisanya sebesar 85 persen dibiayai dari ekuitas dan pinjaman pihak Tiongkok, tanpa adanya jaminan dari Pemerintah Indonesia.

    Audit BPKP

    Saat dikonfirmasi, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga tidak menerangkan secara detail berapa anggaran PMN yang dialokasikan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

    "Menunggu audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dulu," ucapnya kepada Media Indonesia.

    Kereta cepat Jakarta-Bandung masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dan Tiongkok sejak 2015 lalu. Progres pengerjaan proyek kereta cepat 508 kilometer diakui mengalami mangkrak.

    Dilansir Indian Express, macetnya proyek itu disebabkan imbas pandemi covid-19. Alhasil, pengerjaan proyek itu mundur dari rencana awal 2023 menjadi 2028.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id