Sri Mulyani Ajak BI dan OJK Bahas Rencana Aturan Cryptocurrency

    Eko Nordiansyah - 10 Juni 2021 22:47 WIB
    Sri Mulyani Ajak BI dan OJK Bahas Rencana Aturan Cryptocurrency
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Mohamad Irfan



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku masih membahas ketentuan mengenai aset kripto. Hal ini seiring rencana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang ingin mengenakan pajak investasi cryptocurrency.

    Ia menyebut selama ini aturan mengenai mata uang kripto menjadi wewenang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappebti). Pasalnya, investasi kripto dianggap sebagai investasi komoditas sehingga diawasi oleh badan yang berada di bawah Kementerian Perdagangan itu.

     



    "Bagaimana bentuk regulasinya, dan bagaimana kemudian kita juga dalam proses dengan Pak Gubernur (Bank Indonesia) dengan OJK mendiskusikan mengenai hal itu," katanya dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

    Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang melihat bagaimana penerapan aturan cryptocurrency secara internasional.  Apalagi likuiditas secara global dalam kondisi penuh sehingga banyak dana yang mencari rate of return yang aman dan  sesuai.

    Kondisi ini tentunya membuat apakah dana itu masuk ke surat berharga atau tren cryptocurrency. Karena itu, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK perlu menyiapkan regulasi khusus dan tepat guna merespon perkembangan tersebut.

    "Terus terang, nanti kecepatan legislasi dengan teknologi kita akan perlu untuk mensinkronkan, karena kalau tidak Indonesia juga akan ketinggalan dengan perubahan yang begitu sangat besar," ungkapnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id