Kehadiran UU tentang Kebijakan Keuangan Negara untuk Jaga Ekonomi dari Dampak Pandemi

    Eko Nordiansyah - 08 Oktober 2020 15:26 WIB
    Kehadiran UU tentang Kebijakan Keuangan Negara untuk Jaga Ekonomi dari Dampak Pandemi
    Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom/Eko.
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah dituntut untuk mengambil kebijakan luar biasa dalam menghadapi pandemi covid-19. Terlebih dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini tidak hanya di sisi kesehatan saja, tetapi juga menimbulkan masalah sosial, ekonomi, hingga keuangan.

    Untuk itu, pemerintah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

    "Hal ini semuanya adalah untuk bisa menjaga dan melindungi kehidupan masyarakat dan ekonomi," kata dia dalam Sidang Mahkamah Konstitusi dengan agenda Mendengarkan Keterangan DPR dan Presiden tentang Pengujian UU 2/2020 di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Perekonomian Indonesia, menurut dia, mengalami tekanan berat bahkan dengan dimulainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pertengahan Maret. Akibatnya pertumbuhan ekonomi turun menjadi hanya 2,97 persen dari biasanya di kisaran lima persen.

    Gejolak pasar keuangan global menyebabkan arus modal keluar Rp148,8 triliun, kenaikan yield SUN 10 Tahun di atas delapan persen, pelemahan IHSG hampir 28 persen, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16 ribu per USD dan depresiasi 17,6 persen year to date pada akhir Maret.

    "Kondisi ekonomi yang kemudian dilakukan PSBB ketat dan penuh, telah menyebabkan perekonomian kita makin turun tajam pada kuartal II menjadi minus 5,3 persen. Seluruh komponen perekonomian dari konsumsi rumah tangga, investasi, kegiatan ekspor impor mengalami kontraksi sangat tajam," jelas dia.

    Ia menambahkan kondisi ini menyebabkan masyarakat kehilangan mata pencaharian akibat ditutupnya sekolah, kantor, pasar dan tempat perdagangan serta tempat aktivitas lain. Merosotnya kegiatan ekonomi juga menyebabkan lonjakan tingkat pengangguran dan kemiskinan serta berpotensi meluasnya kebangkrutan di dunia usaha.

    "Untuk menangani penyebaran covid dan dampak yang sangat besar mengancam kondisi sosial perekonomian, maka dampak yang dapat timbulkan domino effect yang bisa juga timbulkan ancaman stabilitas sistem keuangan. Pemerintah beserta otoritas sektor keuangan memandang perlu melakukan langkah-langkah luar biasa secara cepat dan signifikan," pungkasnya.  


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id