Sembako Kena Pajak, Kemenkeu: Tak Semua Dikonsumsi Orang Miskin

    Eko Nordiansyah - 11 Juni 2021 19:50 WIB
    Sembako Kena Pajak, Kemenkeu: Tak Semua Dikonsumsi Orang Miskin
    Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo - - Foto: MI/ Susanto



    Jakarta: Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan alasan pemerintah ingin mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok demi menciptakan keadilan. Pasalnya, tidak semua sembako yang dikecualikan tersebut dikonsumsi oleh kelompok miskin.

    "Terlalu banyak pengecualian saat ini, buktinya ada daftarnya. Ilustrasinya jika saya konsumsi telur omega, dan telur ayam kampung di pasar, sama-sama enggak kena PPN," katanya dalam webinar di Jakarta, Jumat, 11 Juni 2021.

     



    Prastowo mencontohkan bahwa untuk konsumsi beras premium maupun beras dari Bulog juga sama-sama tidak kena PPN. Begitu pula dengan daging biasa dengan daging wagyu, ataupun daging ayam yang semuanya tidak dikenakan PPN.

    "Padahal daya beli konsumennya berbeda, jenis, harga, daya beli berbeda, kita masukkan dalam keranjang sama itu jadi problem," ungkapnya.

    Ia menambahkan kondisi ini juga terjadi untuk seluruh jasa kesehatan. Baik bagi orang miskin ataupun operasi plastik bagi kalangan tertentu. Sama halnya di jasa pendidikan yang tidak dikenakan PPN baik sekolah negeri atau sekolah private mahal sekalipun.

    "Menurut hemat kami ini tidak adil dan tidak fair sehingga kita kehilangan kesempatan memungut pajak dari kelompok kaya untuk diredistribusi ke orang miskin. Saya sepakat bahwa kita harus selektif, targeted hanya instrumen yang berbeda," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id