Kementerian di Bawah Prabowo Jadi yang Paling 'Kaya'

    Eko Nordiansyah - 10 Juli 2020 18:28 WIB
    Kementerian di Bawah Prabowo Jadi yang Paling 'Kaya'
    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyebut Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memiliki aset negara paling besar dibandingkan kementerian/lembaga lainnya. Total aset tetap yang dimiliki kementerian di bawah Prabowo Subianto ini mencapai Rp1.645,56 triliun.

    "Itu yang paling kaya (anggaran), terbesar Kemenhan Rp1.645 triliun. Dulu (Kementerian) PUPR sekarang kesalip Kemenhan," kata Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Encep Sudarwan dalam video conference di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

    Encep menjelaskan, alasan Kemenhan memiliki kenaikan aset negara sehingga menjadi yang tertinggi. Aset Kemenhan yang dulu ada di daerah pinggiran kota kini sudah bergeser, sehingga ada peningkatan setelah dilakukan revaluasi aset negara sejak 2018 lalu.

    "Karena aset-aset Kemenhan dulu di pinggir kota sekarang di tengah kota, nilai-nilainya meningkat. Juga pembenahan aset dari yang tidak tercatat menjadi tercatat dan dinilai," jelas dia.

    Selanjutnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini memiliki aset negara senilai Rp1.564,61 triliun. Kemudian diikuti oleh Kementerian Sekretariat Negara dengan aset senilai Rp575,41 triliun dan Kementerian Perhubungan sebesar Rp493,90 triliun.

    Selanjutnya ada Kementerian Riset dan Teknologi yang memiliki aset senilai Rp399,97 triliun, Kepolisian Republik Indonesia Rp295,66 triliun, Kementerian Keuangan Rp114,50 triliun, Kementerian Agama Rp98,73 triliun, Kementerian Kesehatan Rp94,19 triliun, dan Kementerian Pertanian Rp84,09 triliun.

    Secara keseluruhan aset negara saat ini tercatat mencapai Rp10.467,53 triliun. Total keseluruhan aset negara mengalami kenaikan hingga 65 persen dari Rp6.325,28 triliun sebelum dilakukan revaluasi aset oleh pemerintah sejak 2018.

    Jika dirinci, aset negara terdiri dari aset lancar Rp491,86 triliun dari sebelumnya Rp437,87 triliun, investasi jangka panjang mengalami kenaikan menjadi Rp3.001,2 triliun dari Rp2.877,28 triliun, aset tetap meningkat hingga Rp5.949,59 triliun dari Rp1.931,05 triliun dan aset lainnya menjadi Rp967,98 triliun.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id