Beda Resesi dan Krisis Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 07 September 2020 12:02 WIB
    Beda Resesi dan Krisis Ekonomi
    Ekonomi Indonesia. Foto : AFP.
    Jakarta: Sejumlah negara telah resmi masuk dalam resesi karena tekanan ekonomi selama pandemi covid-19. Di Indonesia, meski belum masuk resesi namun kemungkinan besar untuk mengalami hal serupa diprediksi terjadi pada kuartal III-2020 ini.

    Resesi diartikan sebagai penurunan pertumbuhan ekonomi hingga negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mencatat minus 5,32 persen pada kuartal II, meski masih positif 2,97 persen di kuartal I.

    Kemungkinan Indonesia masuk resesi karena prediksi sejumlah pihak yang menyebut ekonomi kuartal III akan kembali negatif. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 antara minus dua persen hingga nol persen.

    "Jadi untuk kuartal III, kita outlooknya antara nol sampai negatif dua persen. Karena negatif dua persen, tadi pergeseran dari pergerakan yang belum terlihat sangat solid meskipun beberapa (indikator ekonomi) ada yang positif," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2020.

    Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, resesi secara teknikal didefinisikan sebagai kontraksi dalam aktivitas perekonomian. Hal ini, menurut dia, ditandai oleh kontraksi pertumbuhan ekonomi dua periode berturut-turut.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id