Ekonomi Tidak akan Pulih Jika Krisis Kesehatan Belum Berakhir

    Husen Miftahudin - 22 September 2020 21:19 WIB
    Ekonomi Tidak akan Pulih Jika Krisis Kesehatan Belum Berakhir
    Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo - - Foto: Istimewa
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan ekonomi tidak akan pulih meskipun gelontoran stimulus sudah banyak disalurkan pemerintah dan otoritas terkait lainnya. Hal ini dikarenakan pemulihan ekonomi sangat bergantung pada berakhirnya krisis kesehatan imbas covid-19.

    "Pemulihan ekonomi akan sangat bergantung pada kapan krisis kesehatan ini akan berakhir," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa, 22 September 2020.

    Adapun stimulus yang diberikan pemerintah berupa subsidi bunga dan penempatan dana di bank umum. Sementara OJK mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit, tambahan kredit modal kerja, stabilisasi pasar, serta komunikasi kebijakan yang efektif dan masif. Sedangkan Bank Indonesia (BI) menelurkan kebijakan berupa skema likuiditas dan quantitative easing.

    Ke depan OJK memandang ekonomi masih akan penuh tekanan karena masih adanya pandemi covid-19 dan kondisi geopolitik global. Kendati demikian, perlu upaya untuk membangkitkan perekonomian agar bisa tercipta pemulihan ekonomi yang solid dan cepat dengan membuka aktivitas secara bertahap dan terukur.

    OJK pun berencana untuk memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit langsung lancar sebagaimana diatur dalam POJK 11/2020. Hal ini juga sebagai bagian keberlanjutan dari upaya otoritas dalam memitigasi dampak pandemi covid-19.

    "Restrukturisasi kredit pembiayaan ini berjangka maksimum satu tahun, dan ini kita sedang melakukan evaluasi untuk melakukan rencana perpanjangannya," ucap Anto.

    Menurut Anto, perpanjangan relaksasi kredit perlu memperhatikan sejumlah hal. Utamanya soal berbagai risiko kredit atau moral hazard yang bakal timbul pascaperpanjangan.

    "Jangan sampai debitur ini karena ada perpanjangan mereka tidak mau bergerak, tidak mau mencoba memulai bekerja lagi. Sehingga kita dengan perbankan akan benar-benar memonitor bahwa yang akan diberikan perpanjangan ini adalah debitur yang mau dan mampu untuk melakukan kegiatan usahanya di tengah pandemi," tegas Anto.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id