Kemenkeu Kaji Dampak Pembebasan Pajak Mobil Baru

    Eko Nordiansyah - 25 September 2020 14:04 WIB
    Kemenkeu Kaji Dampak Pembebasan Pajak Mobil Baru
    Ilustrasi mobil baru - - Foto: dok Daihatsu
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji dampak dari rencana relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen. Keputusan mengenai pembebasan pajak kendaraan tersebut akan segera dirilis.

    "Permintaan otomotif bebaskan pajak dan segalanya, we're looking into that. Kita pelajari semoga bisa diputuskan cepat," kata Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam video conference di Jakarta, Jumat, 25 September 2020.

    Menurutnya ada banyak aspek yang harus dilihat pemerintah sebelum memberikan pembebasan pajak. Misal apakah pembebasan pajak bisa mengangkat penjualan mobil dalam negeri sehingga berdampak pada perekonomian nasional.

    "Karena mobil itu harganya tidak murah. Lalu biasanya dalam satu tahun penjualan satu juta unit, artinya satu bulan 70-an ribu. Kalau itu mobil impor, saya tidak mau pusing. Tapi kalau produksi dalam negeri, lain cerita. TKDN di atas 70 persen, masuk akal, (karena) tenaga kerja sektor otomotif juga turun," jelas dia.

    Febrio menambahkan masyarakat kelas menengah tidak memerlukan keringanan pajak kendaraan karena simpanan mereka di bank masih cukup besar. Dengan kata lain, tidak ada masalah dari sisi demand, hanya saja kelompok ini masih menahan diri untuk belanja.


    "Ini logika yang kita pelajari, apakah sudah waktunya melakukan itu dan dampaknya ke PDB tidak kecil. Karena orang beli mobil 100 ribu unit, bisa 0,1 persen dari PDB. Ini kita pelajari semua untuk menaikkan kelas menengah," pungkasnya.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id