Menperin Pamer Stabilitas Ekonomi Tanah Air di Nikkei Forum

    Ilham wibowo - 31 Mei 2019 12:25 WIB
    Menperin Pamer Stabilitas Ekonomi Tanah Air di Nikkei Forum
    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)
    Tokyo: Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berjalan sukses dan lancar diyakini akan terus membawa situasi yang kondusif untuk pergerakan roda perekonomian di Indonesia. Stabilitas politik terjaga juga menjadikan kondisi sosial masyarakat optimistis menyongsong masa depan bangsa ke arah yang semakin baik.

    "Kami baru saja menyelesaikan Pemilu yang terbesar dan paling kompleks di dunia. Warga Indonesia semuanya merajut persatuan untuk membangun bangsa bersama-sama," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara pada acara Nikkei Forum di Tokyo, Jepang, seperti dikutip melalui keterangan resminya, Jumat, 31 Mei 2019.

    Kehadiran Airlangga tersebut mewakili Pemerintah Indonesia yang semula dijadwalkan adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla tetapi berhalangan hadir. Pertemuan internasional ini dihadiri sejumlah pemimpin politik, ekonomi, dan akademik dari wilayah Asia dengan mengusung tema 25th International Conference on The Future of Asia.

    Airlangga menuturkan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari partai politik di parlemen lebih dari 60 persen. Bahkan, nantinya semakin kuat lagi karena akan mendapat tambahan dukungan. "Tampaknya akan ada sekitar 20 persen tambahan dari anggota parlemen lain. Mereka sudah bersiap juga untuk mendukung pemerintahan Bapak Jokowi ke depan," ungkapnya.

    Menurut Airlangga, dukungan yang besar untuk Presiden Jokowi menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pemerintah saat ini masih sangat besar. Hal ini mencerminkan pula bahwa Indonesia sudah ada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan pembangunannya.

    "Seperti sudah kita ketahui, hasil Pemilu tahun ini Presiden Jokowi menang dengan margin yang cukup besar, hampir 12 persen," tuturnya.

    Dengan hasil tersebut, Airlangga meyakinkan kepada peserta yang hadir dalam Nikkei Forum bahwa periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi akan lebih mengupayakan pada reformasi kebijakan. Apalagi, pemerintahannya juga akan mendapat dukungan besar dari pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    "Politik di Indonesia memang tampak kompleks, namun dengan kemenangan ini, pemerintah akan segera menempuh upaya mengimplementasikan kebijakan pro-investasi dan pro-bisnis," paparnya.

    Menperin pun menyampaikan, untuk implementasi kebijakan pro-investasi, Pemerintah Indonesia telah mengupayakan banyak pemberian fasilitas insentif fiskal kepada para investor. Misalnya, yang akan segera diluncurkan adalah super deductible tax, yakni insentif fiskal untuk perusahaan-perusahaan yang aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan guna menghasikan inovasi serta terlibat dalam program pendidikan vokasi.

    "Untuk itu, datanglah ke Indonesia, karena kami juga memiliki pasar yang sangat besar. Potensi usaha dan keuntungan sangat besar ini sangat menarik bagi para investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia," imbuhnya.

    Airlangga menambahkan, pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi akan lebih fokus dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di sektor industri, setelah periode pertama menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur.

    "Karena kami memperoleh bonus demografi. Keunggulan dengan banyaknya populasi anak muda di angkatan kerja, yang terdiri dari generasi milenial dan generasi Z yang siap memimpin di era ekonomi digital," ungkapnya.

    Dengan bonus demografi tersebut, Indonesia memiliki aspirasi besar menjadi salah satu dari 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada 2030. Bahkan, pada 2045 atau bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kemerdekaan Indonesia, diproyeksi untuk kekuatan ekonominya mampu menempati peringkat ke-4 dunia.

    "Untuk menyongsong bonus demografi dan menciptakan SDM yang kompeten di sektor industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan beberapa program strategis, antara lain adalah pendidikan vokasi link and match, pelatihan 3in1, serta pembangunan politeknik di kawasan-kawasan industri," paparnya.

    Pada kunjungan kerjanya ke Jepang, Menperin telah melakukan beberapa pertemuan penting dengan berbagai perusahaan skala besar dari Negeri Sakura, di antaranya Sojitz Corporation, Nippon Steel, Fujitrans, SMBC, Toyota dan lainnya.

    Di Negeri Matahari Terbit itu, Menperin juga melakukan pertemuan dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Keidanren. Organisasi ekonomi yang komprehensif dengan keanggotaan terdiri dari 1.376 perusahaan perwakilan Jepang, 109 asosiasi industri nasional dan 47 organisasi ekonomi regional.

    Sejumlah investor Jepang di sektor industri menyatakan masih berminat untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini lantaran mereka melihat kondisi ekonomi, politik dan keamanan di Indonesia yang tetap stabil dan kondusif terutama setelah penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019.

    "Kami menyampaikan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi bertekad untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kemudahan perizinan usaha serta fasilitas insentif fiskal maupun nonfiskal," tutur Airlangga.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id