Kunjungi Indonesia, IMF Sebut Kinerja Perekonomian Membaik

    Angga Bratadharma - 18 Mei 2019 06:03 WIB
    Kunjungi Indonesia, IMF Sebut Kinerja Perekonomian Membaik
    Ilustrasi (AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS)
    Jakarta: Tim Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang dipimpin oleh Luis E Breuer mengunjungi Indonesia dari 2 hingga 14 Mei 2019. Kunjungan itu dalam rangka melakukan diskusi untuk Konsultasi Pasal IV 2019. Di akhir kunjungan, Breuer mengeluarkan beberapa pernyataan.

    "Didukung oleh respons kebijakan yang tepat dan menyeluruh pada 2018, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang baik, meskipun ada hambatan eksternal yang kuat. Prospeknya positif, meskipun risikonya miring ke bawah," kata Breuer, seperti dikutip Medcom.id dari situs resmi IMF, Sabtu, 18 Meu 2018.

    Selain itu, tambahnya, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil mencapai 5,2 persen pada 2018, dan diperkirakan akan tetap di 5,2 persen pada 2019. Hal itu didorong oleh pertumbuhan permintaan domestik yang kuat dan didukung oleh pemulihan kredit bank.

    Sedangkan inflasi turun menjadi 3,1 persen pada akhir 2018 dan diproyeksikan akan stabil pada sekitar 3,1 persen di akhir 2019, yang mencerminkan kenaikan harga bahan pangan yang rendah, listrik stabil, dan beberapa harga bahan bakar, dan kebijakan ekonomi makro yang lebih ketat.

    Sementara itu, defisit transaksi berjalan melebar ke tiga persen dari PDB pada 2018, terutama karena impor terkait infrastruktur yang lebih tinggi dan ekspor komoditas yang lebih rendah. Kondisi keuangan global yang lebih ketat menyebabkan penurunan tajam dalam aliran portofolio bersih, yang dikombinasikan dengan aliran investasi langsung asing yang lebih rendah.

    Hal itu, tambahnya, mengakibatkan defisit neraca pembayaran. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan akan menyempit secara bertahap pada 2019 dan dalam jangka menengah, serta keseluruhan neraca pembayaran menjadi positif. Akan tetapi, terdapat risiko terhadap prospek miring ke bawah dan terutama berasal dari sumber eksternal.

    "Termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan, pengetatan tajam kondisi keuangan global, pertumbuhan Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan, dan perubahan besar dalam harga komoditas. Pada sisi positifnya, upaya pembaruan pemerintah usai pemilu akan meningkatkan kepercayaan, investasi, dan pertumbuhan," ujarnya.

    Ia menambahkan pihak berwenang fokus pada perlindungan stabilitas dengan kebijakan ekonomi makro dan mendorong pertumbuhan inklusif melalui reformasi struktural. Strategi kebijakan ini tetap sesuai mengingat ketidakpastian yang memengaruhi ekonomi dunia. Dalam waktu dekat, pihak berwenang harus menekankan menjaga fleksibilitas kebijakan.

    "Termasuk melindungi penyangga, dan mengatasi kerentanan ekonomi saat ini dengan upaya baru," ucapnya.

    Mengingat inflasi yang rendah dan ekspektasi adanya inflasi, lanjutnya, ada ruang untuk secara hati-hati melonggarkan sikap kebijakan moneter dengan secara bertahap melepaskan lonjakan suku bunga yang diadopsi sebagai respons terhadap aksi jual pasar 2018, karena kondisi eksternal memungkinkan.

    Sedangkan pihak berwenang harus terus membiarkan nilai tukar bergerak bebas sejalan dengan kekuatan pasar, dengan intervensi valuta asing terbatas untuk mengatasi kondisi pasar yang kacau. Ini akan melindungi cadangan devisa menghadapi kemungkinan guncangan di masa depan dan memungkinkan defisit neraca berjalan untuk menyesuaikan.

    "Ketika Bank Indonesia menyesuaikan kebijakannya untuk mengatasi tantangan 2018, penyebaran kerangka kerja kebijakan bank sentral yang lebih luas, termasuk penggunaan instrumen kebijakannya, akan berkontribusi pada efektivitas kebijakan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id