Melambat, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 4,8% di 2020

    Nia Deviyana - 26 November 2019 14:47 WIB
    Melambat, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 4,8% di 2020
    Ilustrasi. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
    Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen pada 2020. Adapun proyeksi tersebut didasari beberapa faktor seperti menurunnya ekspor dan investasi yang stagnan.

    "Kita melihat dari segi ekspor yang menurun. Kemudian dari segi jalur transmisi investasi yang tidak mengalami kenaikan sejak sepuluh tahun. Biasanya setelah pemilihan umum (pemilu) ada kenaikan investasi, tetapi karena masalah perang dagang dan geopolitik akan sulit bagi kita menaikkan pertumbuhan ekonomi tahun depan," ujar Direktur Program Indef Berly Martawardaya saat mengisi diskusi di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Sebelumnya, kata Berly, proyeksi Indef yang menyatakan ekonomi Indonesia berada di level lima persen pada 2019 telah terbukti akurat. Berly bilang saat itu ada yang membantah proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Indef tidak memiliki landasan yang kuat.

    "Nyatanya, pertumbuhan ekonomi 5,0 persen sampai plus minus 5,05 persen cukup akurat dan proyeksi kami akan menjadi nyata tahun ini. Ini membuktikan keakuratan proyeksi kami," tukasnya.

    Adapun untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, Berly menyebut empat mesin ekonomi yang bisa diandalkan yakni ekspor, investasi, konsumsi, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    "Tapi kan ekspor dan investasi turun, jadi tinggal dua yang harus dimaksimalkan yaitu konsumsi dan APBN," tuturnya.

    Berly memaparkan rancangan APBN dan APBD harus bisa memberikan stimulus terhadap jumlah konsumsi yang saat ini menyumbang 56,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi yang masih terbilang tinggi ini, menurut Berly, harus dipertahankan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian.

    "Tahun depan sepertinya kita survival mode dulu, jangan sampai terlalu jauh. Walaupun kita juga bilang tidak akan seburuk 2008, tapi kita juga realistis bahwa tahun depan akan melambat," pungkasnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id