Butuh APBNP untuk Suntik Modal ke ASABRI

    Eko Nordiansyah - 20 Januari 2020 14:54 WIB
    Butuh APBNP untuk Suntik Modal ke ASABRI
    ASABRI. Foto : ASABRI.
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut butuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebelum menyuntikan dana untuk PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI. Namun sejauh ini belum ada keputusan untuk menyuntikan modal bagi ASABRI.

    "Lho UU APBN kan sudah diketok. Kalau misalnya itu ya, iya (tunggu APBN-P)," kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.

    Saat ini pemerintah masih menunggu sikap DPR untuk membentuk panitia kerja (panja). Belum ada pembicaraan khusus untuk membahas penyertaan modal negara (PMN) bagi perusahaan asuransi pelat merah yang bermasalah.

    "Yang sekarang ada panjanya mau dievaluasi kinerjanya seperti apa. Ke depan seperti apa. Panja untuk melihat manfaat efektivitasnya. Pendalaman supaya ke depan DPR dan pemerintah bisa satu," jelasnya.

    Dugaan penyelewengan dana ASABRI diduga dengan modus investasi saham gorengan. Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya menyatakan ada isu korupsi di ASABRI yang nilainya mencapai Rp10 triliun.

    Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menaksir potensi kerugian ASABRI. Hitungan sementara, kerugian mencapai Rp16 triliun.

    "Baru perkiraan, BPK sedang mengumpulkan data dan informasi diperkirakan potensi kerugian Rp10 triliun sampai Rp16 triliun," kata anggota BPK Harry Azhar Azis saat dihubungi, Rabu, 15 Januari 2020.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id