• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 21 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.147.901

Bea Cukai Perketat Aturan Batasan Produk Impor yang Bebas Bea Masuk

Husen Miftahudin - 14 September 2018 23:03 wib
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperketat aturan batasan produk impor yang bebas bea masuk dan pajak produk impor. Pengetatan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2018 tentang Impor Barang Kiriman.

"Pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan baru sebagai bagian dari kebijakan untuk mengendalikan defisit neraca perdagangan, yaitu terkait dengan batasan dari pembebasan bea masuk dan pajak impor untuk barang kiriman," kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Grand Ballroom Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Dalam beleid tersebut, pemerintah menetapkan dua kebijakan baru. Pertama, menurunkan besaran nilai barang impor yang mendapatkan pembebasan bea masuk, dari USD100 menjadi USD75.

Menurutnya, besaran pembebasan bea masuk USD75 merupakan rekomendasi World Customs Organizations (WCO). "Dasar USD75 merupakan rekomendasi dari WCO," bebernya.

Selanjutnya, ungkap Heru, besaran USD75 menyasar pada total transaksi dalam satu hari. Bila produk yang diimpor melebihi batasan, maka akan dikenakan ketentuan normal, baik bea masuk maupun pajak impor.

"Contoh, kalau seseorang dalam sehari melakukan tiga transaksi masing-masing USD50 yang pertama, USD20 yang kedua, dan kemudian USD100 yang ketiga. Maka yang hanya diberikan pembebasan bea masuk dan pajak impor adalah yang produk dengan nilai USD50 dan USD20. Sedangkan yang ketiga dikenakan tarif normal," tutur dia.

Heru mengakui, kebijakan baru terhadap batasan produk impor yang bebas bea masuk itu lantaran pihaknya menemukan kegiatan impor hingga 400 kali dalam sehari. Kata dia, kecurangan tersebut dilakukan oknum pengusaha dengan memanfaatkan celah aturan yang sudah ada.

"Ada yang memanfaatkan celah dari aturan ini sehingga mereka mentransaksikan barang-barangnya itu di bawah USD100 dan berulang-ulang. Bahkan ada satu orang yang mengimpor dari satu suplier sebanyak 400 kali dalam sehari dengan jumlah total transaksinya itu puluhan ribu dolar," beber Heru.

Selama ini batas pembebasan bea masuk atas produk impor adalah USD100. "Jadi meski mereka split, dari yang lima barang sekaligus menjadi satu satu dan lima kali transaksi di bawah USD75 tapi sistem otomasi kami akan tetap menghitung berapa dalam sehari. Dan begitu mereka sampai pada batas USD75, maka langsung tidak ada pembebasan," tutup Heru.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.