Indonesia Berkomitmen Terapkan Pembangunan Berkelanjutan

    Eko Nordiansyah - 16 April 2021 10:34 WIB
    Indonesia Berkomitmen Terapkan Pembangunan Berkelanjutan
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA



    Jakarta: Indonesia bertekad untuk menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu siap dilakukan di tengah banyaknya kebijakan perdagangan yang restriktif dari negara-negara Eropa.

    "Indonesia akan memimpin dengan memberikan contoh. Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkret," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 16 April 2021.






    Ia menambahkan, Indonesia adalah negara pertama yang mengimplementasikan Voluntary Partnership Agreement (VPA) on Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) bersama Uni Eropa dan Inggris. Indonesia juga telah melakukan penguatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

    Pada 2020, Indonesia berhasil menurunkan 91,84 persen luas area kebakaran lahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan negara lain, kebakaran hutan di Indonesia pada tahun lalu adalah 300 ribu hektare, sementara Amerika Serikat 3,5 juta hektare, Uni Eropa 400 ribu hektare, Hutan Amazon 2,2 juta, dan 18,6 juta hektare di Australia.


    Airlangga menjelaskan upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan produksi dan perdagangan berkelanjutan yaitu dengan penerapan sistem jaminan legalitas kayu dan minyak sawit berkelanjutan (ISPO), upaya mengurangi kayu ilegal dan deforestasi, upaya restorasi dan rehabilitasi lahan gambut, serta penetapan lahan konservasi.

    "Upaya dilakukan untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen di 2030 dan bahkan bukan tak mungkin dengan dukungan kerjasama internasional diperkirakan dapat dikurangi hingga 41 persen emisi di 2030," ungkapnya.

    Indonesia memimpin forum dialog Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) sebagai co-chair bersama dengan Inggris, selaku tuan rumah KTT Perubahan Iklim COP26. Forum ini merupakan salah satu side event menuju Sidang Perubahan Iklim COP26 pada November di Glasgow, Inggris.


    Pertemuan ini menyepakati Joint Statement on Principles for Collaboration under the Sustainable Forest Management, Agriculture and Commodity Trade (FACT) Dialogue. Lebih lanjut, forum menyepakati pembentukan empat kelompok kerja, antara lain Trade and Market Development, Smallholder Support, Transparency and Traceability, dan Research, Development and Innovation yang akan segera menyusun peta jalan (roadmap) mengenai langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id