Mau Berkontribusi Biayai Vaksinasi dengan Investasi ORI019? Ini Caranya

    Eko Nordiansyah - 25 Januari 2021 11:34 WIB
    Mau Berkontribusi Biayai Vaksinasi dengan Investasi ORI019? Ini Caranya
    Ilustrasi penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI019. Foto : MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI019 secara online (e-SBN) mulai hari ini. Hasil penjualan dari ORI019 ini akan digunakan untuk pembiayaan vaksinasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

    Direktur Surat Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, masyarakat bisa dengan mudah berinvestasi dengan membeli ORI019 karena seluruh prosesnya dilakukan secara online.

    "Untuk registrasinya daftar dulu di Mitra Distribusi yang ada 26, 16 bank, empat perusahaan efek, tiga perusahaan fintech, dan ada tiga perusahan efek khusus," kata dia dalam webinar usai peluncuran ORI019 secara virtual di Jakarta, Senin, 25 Januari 2021.

    Bagi investor baru, Deni menyebut registrasi di Mitra Distribusi dilakukan untuk mendapatkan nomor ID investor (SID). Pendaftarannya hanya bermodalkan rekening bank, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

    "Setelah itu pemesanan dan semua bisa dilakukan online. Untuk generasi rebahan ini sangat sesuai, karena tidak perlu keluar rumah bisa berinvestasi melalui gawai. Pembayaran pun sama dilakukan secara online," jelas dia.

    Ia menambahkan, investasi di ORI019 ini terbilang cukup menarik karena menawarkan kupon tetap 5,57 persen per tahunnya. Pemesanan ORI019 bisa dilakukan mulai dari Rp1 juta sampai Rp3 miliar dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Februari 2024.

    "Ini aman, karena imbal hasilnya sudah dijamin pembayarannya. Kemudian menguntungkan karena kuponnya menarik. Lalu nyaman investasinya bisa dari rumah, dan terjangkau karena mulai dari Rp1 juta," ungkapnya.

    Adapun mitra distribusi terdiri dari bank umum PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Maybank Indonesia (Tbk), PT Bank CIMB Niaga (Tbk), PT Bank OCBC NISP (Tbk), PT Bank Panin Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank Victoria International Tbk.

    Kemudian ada perusahaan efek PT Trimegah Sekuritas Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Perusahaan efek khusus PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Perusahaan fintech peer to peer lending PT Investree Radhika Jaya (Investree), PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).  


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id