Pemerintah All Out Pulihkan Ekonomi dari Dampak Pandemi

    Eko Nordiansyah - 16 Oktober 2020 17:36 WIB
    Pemerintah <i>All Out</i> Pulihkan Ekonomi dari Dampak Pandemi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Erlangga
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa pemerintah bekerja keras dalam pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. Berbagai instrumen digunakan termasuk kombinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

    "Kita tahu bahwa kita perlu langkah extraordinary seperti defisit fiskal, maupun kebijakan moneter yang mendukung. Tetapi bagi kita untuk dapat pulih, kita tidak boleh bergantung pada hanya dua instrumen, yaitu kebijakan fiskal dan moneter. Kami perlu bekerja sangat keras," katanya dalam CNBC Debate on the Global Economy sebagai rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2020 dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Sri Mulyani menjelaskan kerja sama luar biasa antara pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) melalui burden sharing dilakukan dengan sangat hati-hati. Kerja sama tersebut memerlukan banyak komunikasi untuk meyakinkan masyarakat, pemegang obligasi, lembaga pemeringkat bahwa independensi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral tidak terpengaruh.


    "Ini adalah intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Bank Indonesia juga dapat membeli obligasi pemerintah di pasar perdana tanpa menimbulkan kesan bahwa kami mengancam independensi Bank Sentral. Kami sangat membutuhkan banyak komunikasi di saat merancang kebijakan apa yang tepat," jelas dia.

    Kemudian upaya pelebaran defisit fiskal dilakukan dengan meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, korporasi serta stabilitas sektor keuangan. Semua itu dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat.

    "Indonesia menggunakan defisit fiskal ini yang pertama dan terpenting sebenarnya untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat sebagai kehidupan dan mata penghidupan," tegasnya.

    Ia pun merasa beruntung upaya pemerintah tersebut mendapat dukungan penuh dari DPR RI. Legislatif menyetujui berbagai perubahan terkait defisit fiskal dan program pemulihan ekonomi (PEN). Meski demian, ia optimistis momentum pemulihan ekonomi pada kuartal III-2020 terus berlanjut setelah Indonesia kontraksi sangat dalam.

    "Seperti yang Anda sebutkan bahwa ramalan IMF lebih baik, kami juga melihat peningkatan pada kuartal ketiga setelah kontraksi yang sangat dalam 5,3 persen. Kami sekarang menjadi lebih baik pada kuartal ketiga dan kami berharap momentum pemulihan ini akan dilanjutkan," pungkas dia.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id