Sri Mulyani Jawab Kritik soal Penerimaan Pajak

    Desi Angriani - 22 Agustus 2019 19:20 WIB
    Sri Mulyani Jawab Kritik soal Penerimaan Pajak
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
    Jakarta: Realisasi penerimaan pajak terhadap pendapatan domestik bruto terus menurun selama lima tahun terakhir. Kritik tersebut disampaikan oleh sejumlah fraksi di DPR dalam masa persidangan satu tahun 2019-2020 tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 dan nota keuangan.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan penurunan rasio pajak tak terlepas dari kondisi perekonomian dalam negeri. Saat ekonomi dunia melambat, harga komoditas cenderung turun sehingga berimbas pada penerimaan pajak negara.

    "Harga komoditas yang menurun, ya memang pembayaran oleh para perusahaan-perusahaan selama ini yang jadi WP juga turun," ujar Ani sapaannya di Gedung Nusantara III DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Ani berjanji pemerintah akan terus melakukan reformasi perpajakan demi mendorong daya saing investasi dan ekspor. Misalnya, memberikan insentif fiskal untuk memperbaiki keseimbangan eksternal.

    "Kita akan terus melaksanakan reform tentu memperhatikan kegiatan ekonomi yang ada," ungkap dia.

    Ia pun berharap penerimaan perpajakan tetap positif untuk mendukung pencapaian target rasio perpajakan (tax ratio) pada 2020 sebesar 11,8-12,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    "Kita tentu berharap bahwa kemampuan dalam penerimaan perpajakan kita akan tetap positif," pungkasnya.

    Anggota Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono sebelumnya mengatakan rasio penerimaan pajak terus  menurun seiring terjadinya defisit keseimbangan primer dalam APBN. Hal itu membuat pemerintah terpaksa menarik utang untuk membayar utang yang jatuh tempo.

    "Utang untuk membayar utang, kondisi terburuk untuk segera diatasi," ujar Bambang.

    Adapun realisasi penerimaan pajak pada 2015 hanya mencapai 83,3 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian realisasi penerimaan pajak 2014 yang mencapai 92 persen dan 93 persen pada 2013.

    Selain itu, penerimaan pajak 2016 jauh dari target sebesar 83,4 persen. Capaian penerimaan pajak 2017 dan 2018 masing-masing hanya 91 persen dan 92,4 persen dari target dalam APBN.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id