PSBB Jilid II, Sri Mulyani Perkirakan Kontraksi Ekonomi Lebih dari -2,1%

    Eko Nordiansyah - 15 September 2020 17:28 WIB
    PSBB Jilid II, Sri Mulyani Perkirakan Kontraksi Ekonomi Lebih dari -2,1%
    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi - - Foto: Medcom
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III turun lebih dalam dari perkiraan semula yakni minus 2,1 persen. Hal ini seiring kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

    "Untuk lower end minus 2,1 persen, bisa jadi lebih rendah dari 2,1. Perkiraan yang terbaru akan dilihat berdasarkan assessment terhadap pergerakan dua pekan ini. Kita berharap mungkin enggak terlalu jauh," katanya dalam video conference di Jakarta, Selasa, 15 September 2020.

    Ia menjelaskan pengetatan PSBB kali ini berbeda dengan Maret-Juni lalu. Karena itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terjun lebih dalam dari perkiraan sebelumnya yang sebesar minus dua persen sampai dengan nol persen.

    "Artinya PSBB sekarang berbeda dengan situasi pada Maret dan April yang waktu itu memberikan situasi, dengan seluruh kegiatan masyarakat terhenti. Sekarang masih melihat skala menurun," jelas dia.

    Untuk kuartal IV, ekonomi diperkirakan masih bisa tumbuh  0,4 hingga 3,1 persen. Namun, perkembangan ekonomi dalam negeri akan sangat bergantung dari penanganan pandemi covid-19 di sisi kesehatan.

    "Tentu semua proyeksi tergantung pada kita semua mampu mengelola dan mencegah kenaikan jumlah kasus covid di Indonesia. Saya berharap dalam hubungan (pemerintah) pusat dan daerah sekarang makin baik," pungkasnya. 

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id