Korona Menghadang, Ekonomi RI Diyakini Tumbuh 5,4%

    Desi Angriani - 29 Februari 2020 16:13 WIB
    Korona Menghadang, Ekonomi RI Diyakini Tumbuh 5,4%
    Ilustrasi. Foto: dok MI.
    Bandung: Bank Indonesia (BI) meyakini ekonomi Indonesia tahun ini bisa tumbuh 5,4 persen di tengah ancaman penyebaran virus korona. Optimisme tersebut seiring proyeksi pemulihan dampak Covid-19 pada kuartal II-2020.

    "Kita harus optimistis, kita revisi jadi lima persen hingga 5,4 persen, alasannya mayoritas karena Covid-19. Pemulihannya akan membaik di kuartal II," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia IGP Wira Kusuma dalam pelatihan wartawan BI di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu, 29 Februari 2020.

    Wira menjelaskan potensi pemulihan ekonomi global dimulai pada kuartal II hingga kuartal IV imbas pemulihan dampak korona di Tiongkok. Dari sisi domestik, BI telah menelurkan berbagai kebijakan moneter.

    Di antaranya menurunkan bunga acuan 25 basis poin serta menyesuaikan ketentuan terkait perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan pendanaan dan pembiayaan pada kantor cabang bank di luar negeri yang diperuntukkan bagi ekonomi Indonesia.

    "Dari reformasi struktural yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita sudah bicara tentang infrastruktur dibagi dua hard dan soft. Kalau berjalan mulus akan tingkatkan investasi, dengan koordinasi yang baik ini maka pertumbuhan ekonomi 5,4 persen bisa tercapai," ungkap dia.

    Namun demikian, BI dan pemerintah terus memperkuat sumber, struktur, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk mendorong investasi melalui proyek infrastruktur dan implementasi RUU Cipta Kerja dan Perpajakan. Karena itu, ekonomi nasional pada 2021 diprediksi kembali meningkat di rentang 5,2 sampai 5,6 persen.

    Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 berada di bawah lima persen atau mendekati pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2019 yang tumbuh 4,97 persen. Hal ini dampak dari kekhawatiran Covid-19 yang menekan sektor pariwisata, perdagangan dan investasi dalam negeri.

    "Kalau kita lihat kondisi global khususnya Covid-19 masih sangat berpengaruh karena aktivitas manufaktur bukannya cuma di Tiongkok tapi global cenderung menurun. Sehingga tentunya akan mengganggu kinerja ekspor, yang kedua dari sisi investasi juga tidak seoptimal sebelumnya," katanya.

    Bank Indonesia (BI) sebelumnya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 2020 dari 5,1-5,5 persen menjadi 5,0-5,4 persen.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id