Luhut Pasrah Pertumbuhan Ekonomi Tertekan karena Korona

    Annisa ayu artanti - 05 Februari 2020 19:55 WIB
    Luhut Pasrah Pertumbuhan Ekonomi Tertekan karena Korona
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto : Medcom.
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan dampak dari penyebaran virus korona tidak bisa dihindari, termasuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan bakal tertekan.

    "Ya memang kita enggak bisa dihindari, kan saya sudah gambarkan, peran ekonomi Tiongkok sudah 17 persen dari GDP dunia," kata Luhut di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Tak hanya virus korona, Ia menjelaskan, saat mewabahnya virus N1H5 beberapa tahun lalu juga berdampak pada perekonomian Tiongkok. Menurutnya, adanya virus-virus yang memakan korban itu pasti menganggu perekonomian Tiongkok, salah satu dampak yang dirasakan Indonesia adalah aktivitas perdagangan komoditas ke dan dari Tiongkok.

    "Industri terbesar di Tiongkok shutdown semua. Jadi kelihatan, ekspor batu bara, ekspor apa saja ke sana menurun," ujarnya.

    Kendati demikian, Luhut menyampaikan, jika Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di level 5 persen sudah sangat bagus. Sebab, dari awal tahun keberadaan virus ini menimbulkan gejolak ekonomi global.

    "Tahun ini saya kira, ya kita lihat lah kalau kita bisa lima persenan sedikit dengan corona virus ini sudah bagus sekali," ucap Luhut

    Sementara untuk pertumbuhan ekonomi pada kuartal I, Luhut menanggapi sudah pasti adanya virus korona ini berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Ia menyampaikan negara tetangga yaitu Singapura telah menyampaikan penderitaannya akibat virus yang muncul dari daerah Wuhan, Tiongkok tersebut.

    "Saya kira banyak pengaruh lah (di kuartal I). Kita enggap perlu nutupin. Singapura kemarin waktu presidennya datang, bilang menderita banget. Jadi jangan lihat Indonesia, ini sudah global," ungkap Luhut.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan penyebaran virus korona bakal memukul ekonomi Tiongkok di tahun ini. Akibatnya ekonomi Indonesia juga terancam bakal tertekan akibat penurunan ekonomi di Negara Tirai Bambu tersebut.
     
    "Ekonomi Tiongkok diprediksi turun satu sampai dua persen. Ke Indonesia pengaruhnya 0,1 persen sampai 0,9 persen," kata Airlangga.
     
    Airlangga menambahkan dampak penyebaran virus korona yang paling nyata adalah penurunan jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Pasalnya, diperkirakan ada sekitar dua juta wisatawan asal Tiongkok yang biasanya datang ke Indonesia.

    "Bagi Indonesia berdampak turis karena Tiongkok ke Indonesia mencapai dua juta. Adanya travel warning, menyetop turis dari Tiongkok maka akan ada dampaknya. Hal ini kami akan evaluasi dua mingguan," jelas Airlangga.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id