Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Diprediksi Tertekan

    Annisa ayu artanti - 21 Februari 2020 18:08 WIB
    Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Diprediksi Tertekan
    Kepala Ekonom BCA David Sumual - - Foto: ANTARA /HO/Farouk
    Jakarta: Kepala Ekonom BCA David Sumual menaksir pertumbuhan ekonomi nasional 2020 akan lebih tertekan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pada November 2019, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,8-5 persen. Namun proyeksi tersebut bakal terkoreksi akibat kondisi global yang semakin tidak pasti ditambah penyebaran virus korona.

    "Ini (pertumbuhan) 4,8-5 persen belum memperhitungkan pengaruh dari virus korona," kata David dalam diskusi di Menara Kompas, Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

    Tertahannya pertumbuhan tersebut dikarenakan kegiatan konsumtif sebagai penggerak perekonomian diperkirakan tidak selincah sebelumnya. Kemudian dampak penyebaran virus korona juga berimbas pada kegiatan investasi di Indonesia. Aliran investasi dari Tiongkok pun akan terhambat karena penyebaran virus mematikan tersebut.

    "Pengaruh dari virus korona ini sebenarnya lebih berat ke sektor investasi, karena mesin-mesin tuh banyak yang kita impor juga, dan sampai sekarang saya pikir masih terkendala ya," jelasnya.

    David menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia  berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Setiap satu persen penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan berimbas terhadap 0,2-0,3 persen penurunan ekonomi Indonesia.

    "Kalau kita di internal itu mungkin antara 0,2 sampai 0,3 persen, setiap satu persen penurunan pertumbuhan di Tiongkok. Hanya tergantung durasinya (virus korona). Kalau durasinya sampai setengah tahun itu, kita perkirakan bisa turun ke arah satu persen, tapi kalau lebih dari itu itu mungkin dampak yang lebih besar lagi," tuturnya.

    Kemarin Bank Indonesia (BI) akhirnya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 2020 dari 5,1-5,5 persen menjadi 5,0-5,4 persen. Revisi perkiraan ini akibat pengaruh jangka pendek tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia pascameluasnya virus korona.
     
    "BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2020 akan lebih rendah, yaitu menjadi 5,0-5,4 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
     
    Perry menuturkan penyebaran Covid-19 memengaruhi perekonomian Indonesia melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi. Jika melihat pada kuartal I-2020, bank sentral memproyeksi ekonomi tumbuh 4,9 persen.

    "Kemungkinan akan lebih rendah dari lima persen, tetap mencari 4,9 persen di triwulan I," ungkap dia.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id