Ekonom: Tobin Tax Solusi Antisipasi Keluarnya Arus Modal

11 Januari 2019 13:02 wib
Ekonom Destry Damayanti (MI/PANCA SYURKANI)
Ekonom Destry Damayanti (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Ekonom Destry Damayanti menilai tobin tax dapat menjadi salah satu skema untuk mengantisipasi dana jangka pendek yang sewaktu-waktu dapat berbalik meninggalkan Indonesia (arus modal keluar/capital outflow) atau hot money. Adapun keluarnya dana tersebut tidak ditampik bisa memberikan efek terhadap perekonomian Indonesia.

"Untuk mengantisipasi dana jangka pendek, tobin tax bisa saja dikenakan. Kita kan tidak mau dana asing keluar-masuk tidak menentu sehingga mengganggu stabilitas," ujar Destry Damayanti, yang juga Anggota Dewan Komisioner LPS, di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 11 Januari 2019.

Untuk diketahui, tobin tax adalah pengenaan pajak atas transaksi valuta asing guna meredam arus hot money agar tidak terlalu bebas keluar atau masuk. Pajak atas transaksi valuta asing dirancang untuk melindungi fluktuasi nilai tukar. Skema pengenaan pajak ini diyakini meredam aksi spekulasi transaksi valas, yang biasanya berlangsung dalam jangka waktu sangat pendek.

Selain itu, lanjut dia, skema reverse tobin tax juga dapat dilakukan. Reverse tobin tax  adalah penerapan insentif pajak bagi investor asing agar mau me-reinvestasi keuntungan yang diperoleh di Indonesia. "Hal-hal itu sedang dibahas pemerintah," katanya.

Ia mengatakan dalam satu pekan terakhir ini, arus dana asing cukup deras masuk ke pasar modal, baik saham maupun surat utang. Dalam hal ini, ia menambahkan, pemerintah harus dapat menciptakan situasi yang nyaman, baik ekonomi maupun politik menjelang pemilihan umum pada 2019.

"Investor butuh kepastian hukum, keamanan, dan politik," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan. Menurut dia selama fundamental ekonomi makro dapat dijaga maka volatilitas di pasar keuangan dalam negeri baik saham maupun rupiah dapat terjaga.

"Dalam menerapkan kebijakan, pemerintah diharapkan jangan sampai mengurangi animo minat investasi asing di dalam negeri, karena itu dapat membuat situasi menjadi kurang menggembirakan, terutama bagi pasar keuangan domestik," pungkasnya.


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.