Akhir Maret, Posisi Utang Pemerintah Rp4.136,4 Triliun

Suci Sedya Utami - 16 April 2018 19:58 wib
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.

Jakarta: Posisi utang Pemerintah Indonesia hingga kuartal I atau 31 Maret 2018 mencapai Rp4.136,4 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar Rp100 triliun dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar Rp4.034,8 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikutip Medcom, Senin, 16 April 2018 merinci jumlah tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp777,7 triliun yang berasal dari pinjaman luar negeri Rp773,9 triliun, di antaranya bilateral Rp331,2 triliun, multilateral Rp397,8 triliun, komersial Rp43,6 triliun dan supplier Rp1,2 triliun. Serta pinjaman dalam negeri sebesar Rp5,78 triliun.

Sementara yang berasal dari penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.356,7 triliun yang terdiri dari denominasi Rupiah Rp2.416 triliun dan denominasi valas Rp940,7 triliun.

Dengan jumlah tersebut rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,78 persen atau meningkat dari posisi sebelumnya yakni 29,24 persen. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya penerapan strategi front loading atas pembiayaan APBN guna mengantisipasi meningkatnya pendanaan di pasar keuangan ke depannya sebagai dampak kenaikan Fed fund rate serta ketidakpastian global secara keseluruhan. Kendati demikian, posisi utang pemerintah saat ini diklaim masih terjaga dan berada di level aman.

Sementara itu, sepanjang kuartal I 2018, realisasi pembiayaan utang telah mencapai Rp148,2 triliun atau 37,1 persen dari target pembiayaan di APBN Rp399,2 triliun. Pembiayaan tersebut terdiri penerbitan SBN Rp143,8 triliun dan pinjaman Rp4,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan utang kali ini mengalami penurunan drastis yakni hingga 21,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp187,9 triliun.

"Jadi kita menjaga utang kita secara sangat hati-hati, tidak ugal-ugalan," jelas Ani.


(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.