Pemerintah Diminta Percepat Pengendalian Covid-19 Demi Jaga Pertumbuhan Ekonomi

    Whisnu Mardiansyah - 05 Agustus 2021 22:42 WIB
    Pemerintah Diminta Percepat Pengendalian Covid-19 Demi Jaga Pertumbuhan Ekonomi
    Ketua Badan Anggaran DPR Ri MH Said Abdullah. Istimewa



    Jakarta: Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mencermati indikasi pertumbuah ekonomi di kuratal pertama 2021 dengan pencapaian tumbuh sekitar 3,31%. Untuk pertama kali, ekonomi nasional keluar dari zona resesi sejak kuartal II 2020. 

    "Pencapaian ini patut kita syukuri dan memberikan semangat bagi kita untuk memulihkan ekonomi kita yang diterpa pandemi Covid-19," kata Said dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Agustus 2021. 

     



    Menurut Said, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi dampak dari kebijakan selama kuartal 1 tahun ini. Di antaranya kebijakan diskon pajak (PPNBM), perikanan dan peternakan yang tumbuh industri pengolahan yang menyumbang 19,29% PDB. 

    "Dari sisi pengeluaran, kita juga patur bersyukur, khususnya tingkat konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 57% PDB keluar dari zona resesi. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93%, jika pada kuartal sebelumnya masih -2,22%. Bahkan pencapaian konsumsi rumah tangga ini melebih pencapaian disepanjang tahun 2019 dan 2020," jelas Said. 

    Meski begitu, Said mengatakan masih banyak pekerjaan rumah untuk pemerintah di sisa tahun ini. Di antaranya dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah diminta disiplin mencapai target penurunan Covid-19. Perpanjangan PPKM dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. 

    Baca: Pertumbuhan Ekonomi RI Meroket 7,07% di Kuartal II-2021

    Meskipun dibanyak sektor kita mengalami pencapaian yang menggembirakan, namun masih banyak pekerjaan yang harus kita hadapi pada dua kuartal mendatang di tahun 2021. Beberapa tantangan itu antara lain;

    "Dengan keberhasilan pengendalian Covid19, dan PPKM tidak diperpanjang, maka saya perkirakan pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke zona positif pada kisaran 4,7 -5,2%," ujar Said.

    Demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi, Said menyiapkan ketahanan pangan nasional. 
    Ia mengatakan peningkatan angka kasus aktif Covid-19 di tingkat desa dapat berpengaruh pada produksi pertanian, khususnya tanaman pangan.

    "Keadaan ini harus diantisipasi oleh Pemerintah agar tidak berdampak serius terhadap ketahanan pangan kita," kata Said. 

    Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Said mengatakan sektor tanaman pangan mengalami kontraksi hingga 8,16% karena kasus positif Covid-19 di desa naik. Jika kontraksi tersebut tidak segera diperbaiki, lanjut dia, akan terjadi dampak lainnya di sektor ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan di desa.

    "Bila kasus positif Covid-19 di desa meningkat, akses layanan kesehatan di desa tidak yang tidak sebanyak di kota berakibat pada tingkat fatalitas lebih tinggi," katanya.

    Selain itu, Said pun meminta pemerintah mengefektifkan program bantuan sosial, khususnya bagi masyarakat miskin. Kebijakan ini untuk mengantisipasi kemungkinan kontraksi kembali terhadap tingkat konsumsi rumah tangga.

    Pemerintah juga harus mendorong kebijakan insentif perpajakan yang memungkinkan pengeluaran masyarakat lebih besar lagi. Hal itu bertujuan agar tingkat konsumsi rumah tangga terjaga dengan baik di zona positif pada kuartal berikutnya.

    "Sehingga momentum pertumbuhan ekonomi kita di sepanjang tahun 2021 dapat bertahan pada kisaran 3,3-3,8% dengan mempertimbangkan segala tantangan yang akan kita hadapi pada dua kuartal mendatang," tutup Said.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id