Pelebaran Defisit Demi Topang Pemulihan Ekonomi

    Suci Sedya Utami - 29 Juli 2020 07:07 WIB
    Pelebaran Defisit Demi Topang Pemulihan Ekonomi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
    Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 dari 4,7 persen menjadi 5,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelebaran defisit tersebut merupakan keputusan Presiden Joko Widodo. Menurut Ani sapaan akrab Sri Mulyani, pelebaran defisit yang diputuskan oleh Jokowi tersebut merupakan upaya yang pemerintah untuk menjamin pemulihan ekonomi nasional yang terhantam oleh badai covid-19.

    "Ini keputusan presiden yang sangat penting menambah defisit untuk menopang pemulihan ekonomi yang tidak pasti karena covid," kata Ani menyampaikan pemikiran Jokowi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 28 Juli 2020.

    Dirinya mengatakan 2021 masih akan diliputi oleh ketidakpastian terutama terkait dengan perkiraan pandemi akan berakhir. Ia bilang tidak ada pihak yang bisa memastikan dan menjamin kondisi tersebut akan membaik, meskipun ada satu optimisme vaksin akan segera ditemukan dan membuat ketidakpastian menurun.

    Namun, dia bilang, covid-19 menjadi momok yang menghantui semua pihak. Di sisi ekonomi, kehadiran pandemi membuat pertumbuhan ekonomi banyak negara mengalami kontraksi, misalnua di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat yang tumbuh negatif 11 persen, Inggris -15 persen, dan Prancis -17 persen.

    Di tahun depan negara-negara tersebut bukan tidak mungkin akan mengalami pertumbuhan yang rendah. Ia bilang sebagai negara berkembang yang masih tergantung dengan ekonomi dunia, Indonesia pasti akan sangat terganggu dari sisi ekspor dan arus modal. Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan pemerintah akan berupaya untuk mengoptimalkan Indonesia bisa tumbuh pada level 5-5,5 persen.

    "Jadi presiden minta defisit dinaikkan supaya kita punya bantalan tambahan karena kita tidak pernah tahu kapan atau seberapa cepat decline covid dan penemuan vaksin tersebut," jelas Ani.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id