RI Perlu Kerja Keras Atasi Persoalan Struktural Penghambat Kemajuan

    Eko Nordiansyah - 29 November 2020 12:23 WIB
    RI Perlu Kerja Keras Atasi Persoalan Struktural Penghambat Kemajuan
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Erlangga
    Jakarta: Perekonomian Indonesia dinilai sudah relatif mengejar momentum pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebelum pandemi covid-19. Hal ini dilakukan dengan berbagai upaya, yaitu membangun infrastruktur, reformasi birokrasi, serta memperbaiki iklim investasi.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, negara yang mampu menembus high income country bisanya memiliki pertumbuhan ekonomi di atas delapan persen. Oleh karena itu, Indonesia perlu bekerja keras untuk mengatasi persoalan struktural yang kerap menghambat kemajuan negara.

    "Kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting, pembangunan infrastruktur masih sangat dibutuhkan meskipun kita sudah melakukan pembangunan yang cukup banyak, birokrasi kita perlu disederhanakan dan diefisienkan, regulasi kita juga perlu disederhanakan, serta ekonomi kita perlu untuk ditransformasikan," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Minggu, 29 November 2020.

    Ia menambahkan, berbagai tantangan untuk mengelola perekonomian suatu negara bukanlah sesuatu yang sederhana, karena perekonomian tidak berjalan secara linier. Banyak sekali tantangan yang sering terjadi dan berpengaruh bagi perekonomian dalam negeri.

    "Seperti krisis finansial di Asia pada 1997-1998, krisis finansial global 2008-2009, isu geopolitical maupun pergantian kepemimpinan dalam suatu negara, isu perang dagang, dan juga saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan luar biasa secara global, yaitu krisis kesehatan akibat covid-19, yang berimbas pada masalah sosial ekonomi dan keuangan," jelas dia.

    Selain itu, Sri Mulyani menyebut, Indonesia juga masih akan berhadapan dengan tantangan seperti perubahan iklim dan disrupsi teknologi. Indonesia juga dihadapkan pada masalah struktural, seperti produktivitas yang sangat perlu untuk diperbaiki.

    "Produktivitas itu sangat dibentuk atau dikontribusikan oleh kualitas SDM-nya. Total factor productivity adalah fungsi dari kualitas SDM, apakah mereka memiliki pendidikan skill dan karakter yang mampu memiliki nilai tambah yang tinggi dan kemampuan untuk menggunakan teknologi sehingga mereka mampu menjadi jauh lebih produktif," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id