comscore

Pemerintah Klaim Siap Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19, Caranya?

Husen Miftahudin - 07 Januari 2022 09:53 WIB
Pemerintah Klaim Siap Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19, Caranya?
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Jakarta: Pemerintah terus mewaspadai kenaikan kasus covid-19 di Tanah Air. Pemerintah telah merespons dengan kesiapsiagaan penuh untuk mencegah dan mengendalikan penularan varian Omicron.

Selain menetapkan berbagai kebijakan, langkah yang dilakukan pemerintah yakni memperkuat sinerga antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sumber daya manusia kesehatan, serta sekaligus menyamakan persepsi dalam penatalaksanaan pasien konfirmasi positif covid-19.

 



"Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia yakni 0,98 dan angka Rt semua pulau berada di bawah satu (laju penularan terkendali). Namun, perlu diwaspadai sedikit kenaikan laju reproduksi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam siaran persnya, Jumat, 7 Januari 2022.

Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Enhancing readiness for Omicron (B.1.1.529): Technical Brief and Priority Actions for Member States pada 23 December 2021, diketahui varian Omicron dari covid-19 ini memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat daripada varian Delta pada negara-negara yang telah mengalami transmisi komunitas.

Sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini varian Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Di level nasional, pergerakan Omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Berdasarkan update kasus konfirmasi varian Omicron, Kementerian Kesehatan mencatat ada 92 kasus konfirmasi baru pada 4 Januari 2021, sehingga total kasus varian Omicron menjadi 254 kasus. Terdiri dari 239 kasus dari pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus transmisi lokal.

Dalam konteks sinergisme pemerintah dengan seluruh stakeholders, Airlangga bersama sejumlah menteri lainnya menghadiri acara peluncuran Aplikasi Monitoring Karantina Presisi di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Ini merupakan aplikasi yang diinisiasi Polri sebagai salah satu bentuk dukungan dalam upaya menekan laju penyebaran covid-19 dan aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan data dari Kementerian Kesehatan dan Kemenkumham.

Peluncuran aplikasi ini merupakan bentuk tindak lanjut pengawasan terhadap para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) untuk menjalani karantina sesuai dengan aturan yang berlaku. Melalui aplikasi ini, petugas dapat memantau pelaksanaan karantina yang dilakukan para PPLN mulai dari proses awal pengurusan karantina hingga selesai.

"Kedepannya, melalui pemanfaatan aplikasi ini diharapkan tidak terjadi lagi pelanggaran yang berkaitan dengan karantina," tutup Airlangga.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id