comscore

14 Tahun Mendatang Indonesia Bisa Lolos dari Middle Income Trap

M Ilham Ramadhan - 15 Februari 2022 06:30 WIB
14 Tahun Mendatang Indonesia Bisa Lolos dari <i>Middle Income Trap</i>
Ilustrasi bendera Indonesia - - Foto: dok AFP
Jakarta: Indonesia diyakini bakal keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah (middle income trap) pada 2036. Itu berarti, visi untuk mencapai Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi di 2045 akan terwujud.

"Kita bisa lolos dari middle income trap pada 2036, dan kita bisa mencapai visi 2045 menjadi negara maju dan berdaulat," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Moneter Bank Indonesia Solikin M. Juhro dalam side event G20, Senin, 14 Februari 2022.
Keyakinan itu didasari pada laju perekonomian yang membaik dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja ekonomi disebut telah berada di level tertinggi dan membuat pendapatan per kapita Indonesia naik level.  

Namun, kata Solikin, tren apik itu mengalami hambatan lantaran muncul pandemi covid-19 sejak 2020. Ekonomi yang diproyeksikan bakal melejit, justru mengalami pertumbuhan negatif akibat dampak virus korona.

Kendati begitu, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah, bersama-sama dengan BI dan otoritas terkait, berhasil menahan dampak pandemi dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai penilaian positif dari beberapa lembaga internasional mengenai kinerja Indonesia memulihkan ekonomi akibat pandemi.  

"Jadi kita masih bisa membuka jalan untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi. Indonesia sekarang memiliki PDB per kapita sekitar USD3.900 per tahun," terang Solikin.  

Selain itu, reformasi struktural yang terus dilakukan juga menjadi alasan yang menguatkan keyakinan Indonesia bisa lolos dari middle income trap dan meraih visi 2045. Pasalnya, reformasi struktural itu memunculkan potensi dan mesin ekonomi baru yang lebih cepat.  

"Pemerintah memiliki pilar visi inovasi untuk mencapai pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Dan di sini sektor manufaktur menjadi salah satu pilar utama pembangunan menuju efisiensi, sektor manufaktur perlu diperkuat hingga integrasi hilir dan mendorong industri yang berkelanjutan," pungkas Solikin.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id