Ekonomi 2020 Terkontraksi, Penerimaan Pajak Diramal Tumbuh Negatif

    Eko Nordiansyah - 17 Oktober 2020 16:00 WIB
    Ekonomi 2020 Terkontraksi, Penerimaan Pajak Diramal Tumbuh Negatif
    Ilustrasi penerimaan pajak- - Foto: dok MI
    Jakarta: Kontraksi ekonomi tahun ini diprediksi berdampak pada pertumbuhan penerimaan pajak. Berdasarkan pengalaman pada krisis sebelumnya, penerimaan pajak akan tertekan ketika pertumbuhan ekonomi terkontraksi.

    "Dampak kontraksi PDB terhadap penerimaan pajak akan sangat signifikan," kata Pengamat Pajak DDTC Fiscal Research Bawono Kristiaji dalam webinar di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Apabila melihat pola krisis finansial global pada 2008, Bawono menyebut pemulihan ekonomi akan berlangsung dalam waktu singkat. Sayangnya, pertumbuhan penerimaan pajak tidak langsung kembali seperti pertumbuhan ekonomi sebelum krisis.

    "Ini kita lihat polanya cepat recover. Jadi pada waktu itu 2008, 2009, 2010 sudah mulai recover. Sayangnya ini tidak diikuti dengan pemulihan penerimaan pajak secara cepat. Kalau kita belajar dari krisis yang lalu ada pola yang sama," ungkapnya.

    Untuk itu, pola rasio pajak (tax ratio) pada dua atau tiga tahun mendatang diprediksi belum akan kembali normal. Artinya pemerintah harus benar-benar mengambil kebijakan yang tepat agar tidak menggerus basis pajak yang sudah ada.

    "Ini kita bisa lihat bahwa pola tax ratio belum akan normal. Terutama ini didorong oleh pemerintah masih akan hati-hati. Dalam fase pemulihan ini jangan bikin kebijakan yang sifatnya mendistorsi pasar, jadi harus hati-hati dan ini tercermin dari pemungutan pajak yang dari relaksasi," pungkas dia.

    Hingga Agustus 2020, penerimaan pajak mengalami kontraksi 15,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Penerimaan pajak tercatat sebesar Rp676,9 triliun atau baru 56,5 persen terhadap target Rp1.198,8 triliun dalam Perpres 72 Tahun 2020.

    Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diprediksi berada pada kisaran minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen pada tahun ini. Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sebesar minus 5,32 persen, setelah pada kuartal I masih tumbuh 2,97 persen.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id