Sri Mulyani Bocorkan 7 Agenda Prioritas Finance Track Presidensi Indonesia di G20 2022

    Eko Nordiansyah - 15 September 2021 17:16 WIB
    Sri Mulyani Bocorkan 7 Agenda Prioritas <i>Finance Track</i> Presidensi Indonesia di G20 2022
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . Foto : Medcom.



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, presidensi G20 Indonesia merupakan momentum strategis mempromosikan pemulihan ekonomi dunia yang inklusif dan komitmen penanggulangan perubahan iklim.

    Sri Mulyani menyebut dalam presidensi G20 Indonesia nanti pada finance track akan dibahas tujuh agenda yang berfokus pada penanganan isu-isu global terkini. Pertama, yaitu mengenai koordinasi negara-negara G20 untuk memulihkan ekonomi global.

     



    "Di sini yang paling sering akan dibahas adalah kapan negara-negara terutama di G20 yang semuanya melakukan kebijakan extraordinary di bidang fiskal dan moneter akan mulai menetapkan melakukan exit policy," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Rabu, 15 September 2021.

    Menurutnya, koordinasi exit policy perlu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara dan pertumbuhan ekonomi global akan bisa sustainable. Apalagi pemulihan ekonomi di setiap negara berbeda-beda baik dari sisi kecepatan dan pemerataannya.

    "Kedua, tentu bagaimana semua negara akan melihat dampak covid yang tidak hanya di bidang kesehatan, ini yang disebut ada dampak scaring atau luka dari perekonomian akibat terjadinya covid," ungkapnya.

    Ketiga, pembahasan mengenai mata uang digital bank sentral. Keempat mengenai pembiayaan yang berkelanjutan, yaitu bagaimana sektor keuangan mendukung agenda penting global lainnya seperti masalah perubahan iklim atau transformasi green economy.

    Pembahasan finance track yang kelima adalah mengenai cross-border payment yang semakin berkembang karena adanya digital teknologi dan digital ekonomi. Keenam, yaitu mengenai financial inclusion yang berfokus pada pengembangan kredit dan digitalisasi UMKM.

    "Terakhir nanti kita akan juga membahas kemajuan dan pelaksanaan dari persetujuan dan perkembangan global taxation principle. Disini akan dibahas berbagai pembahasan mengenai tax incentives, tax and digitalization, praktek-praktik penghindaran pajak atau tax avoidance," jelas dia.

    Ia menambahkan, reformasi di bidang perpajakan akan menjadi menu utama karena ini merupakan salah satu prioritas yang penting bagi Indonesia. Menurut dia, pemerintah akan berupaya terus menjaga kepentingan Indonesia dan negara-negara berkembang.

    "Agar di dalam melihat perkembangan dunia termasuk dengan adanya digital teknologi ini kita tidak dirugikan tapi mendapatkan manfaat yang maksimal baik di bidang ekonomi maupun di bidang perpajakan," pungkasnya.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id