Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Pemerintah Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 8%

    M Ilham Ramadhan - 18 Juni 2021 17:52 WIB
    Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Pemerintah Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 8%
    Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir - - Foto:



    Jakarta: Pemerintah tetap optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 akan berada di kisaran 7,1 persen hingga 8,3 persen. Meski penyebaran covid-19 dalam beberapa hari terakhir melonjak drastis

    "Pemerintah memperkirakan pertumbuhan triwulan II-2021 sebesar 7,1 sampai 8,3 persen. Itu sangat rasional akan tercapai," kata Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir melansir Mediaindonesia.com, Jumat, 18 Juni 2021.

     



    Iskandar mengatakan optimisme pertumbuhan itu dilandasi oleh data perekonomian triwulan I-2021 yang telah membaik dibanding triwulan sebelumnya. Tercatat ekonomi Indonesia merangkak naik menjadi -0,74 persen di tiga bulan pertama 2021.

    Angka pertumbuhan ekonomi itu menggambarkan posisi Produk Domestik Bruto (PDB) harga konstan di angka Rp2.683 triliun. Nilai harga konstan itu berada di atas harga konstan triwulan II-2020 yang sebesar Rp2.589 triliun.

    Jumlah PDB konstan triwulan II-2021 akan jauh lebih tinggi dan tercermin pada angka pertumbuhan ekonomi. Apalagi, berbagai indikator perekonomian telah menunjukkan perbaikan dan masuk di jalur pemulihan.

    "Penjualan mobil naik 228 persen (year on year/yoy), indeks penjualan riil mencapai 17 persen, uang beredar sudah kembali ke pola normalnya. Kita tahu pertumbuhan triwulan II rata-rata 4,2 persen di atas triwulan I," jelas Iskandar.

    Selain itu, perbaikan indikator perekonomian turut didukung oleh implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diklaim telah berjalan efektif. Dengan penghitungan basis rendah secara tahunan, kata Iskandar, pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen pada triwulan II bukan hal yang mustahil.

    "Dengan data yang sudah mendekati pola normal, maka pertumbuhan triwulan II akan berada di atas tjuh persen, seharusnya tidak sulit dicapai," ujarnya.

    Sementara itu, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, peningkatan penyebaran covid-19 berdampak signifikan pada upaya pemulihan ekonomi. Bila penanganan pandemi lemah, ekonomi yang masuk jalur pemulihan terancam terhambat.

    "Kalau kita perhatikan, hanya diperlukan lima hari kenaikan kasus untuk mengembalikan kondisi Indonesia ke periode awal Januari 2021, artinya kenaikan kasus ini menghilangkan tren penurunan kasus covid-19 yang sudah terjadi dua sampai tiga bulan," imbuh Yusuf.

    "Jadi saya kira dampaknya berada pada level waspada, jika tidak diantisipasi dari sekarang, hal ini berpotensi berdampak pada setidaknya pertumbuhan triwulan III nantinya," sambungnya.

    Yusuf bilang, gangguan dari penyebaran covid diperkirakan juga akan memengaruhi realisasi pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2021. Setidaknya angka pertumbuhan akan sedikit meleset dari yang diperkirakan pemerintah.

    "Kami di CORE Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II tidak akan setinggi seperti yang diproyeksikan oleh pemerintah, meskipun sudah jauh lebih baik dibandingkan triwulan I dan juga tahun lalu," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id