comscore

Penanganan Covid-19 Masih Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2022

Eko Nordiansyah - 25 Januari 2022 11:46 WIB
Penanganan Covid-19 Masih Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2022
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,2 persen pada 2022. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi masih akan menentukan pencapaian target tersebut tahun ini.

"Oleh karenanya kerja sama para stakeholder sangat diperlukan dan ini menjadi kunci bagi pemulihan dan mendorong pembangunan ke depan," kata dia dalam webinar Hipmi, Selasa, 25 Januari 2022.
Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan efektivitas penanganan covid-19 melalui strategi hulu-hilir, seperti kasus covid terjaga dengan tingkat kesembuhan 96 persen. Namun begitu, pemerintah tetap waspada dengan terus menjalankan protokol kesehatan, mengingat Omicron telah melanda berbagai dunia.

Airlangga menambahkan, penanganan pandemi covid-19 bisa menjadi salah satu kunci dalam mendukung pemulihan perekonomian. Terbukti saat pengetatan mobilisasi untuk mencegah penyebaran covid-19 varian delta, keyakinan dan kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas meningkat saat pandemi bisa dikendalikan.

"Pengendalian pandemi yang efektif terbukti menjadi kunci pemulihan ekonomi, pandemi yang terkendali mendorong keyakinan dan mobilitas penduduk yang kemudian membuat ekonomi tetap tumbuh di kuartal III sebesar 3,51 persen, dan kuartal IV diproyeksikan tumbuh antara 4,5-5 persen," ungkapnya.

Selain faktor tadi, ia menyebut, ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan, yaitu varian-varian baru covid-19, distribusi vaksin yang belum merata, hingga pelemahan ekonomi akibat kebijakan di sejumlah negara seperti Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menyebabkan dampak kepada negara-negara berkembang.

"Kebijakan terutama di Tiongkok yang mendorong pertumbuhan tinggi ke arah pemerataan terjadi krisis energi, krisis properti Evergrande, serta risiko yang memengaruhi capital outflow seperti kenaikan suku bunga di AS. Dan terkait dengan situasi-situasi tersebut kita perlu merespons secara fleksibel dan adaptif," pungkas dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id