Upaya Pemulihan Ekonomi Sudah di Jalur Tepat

    M Ilham Ramadhan - 14 September 2020 21:24 WIB
    Upaya Pemulihan Ekonomi Sudah di Jalur Tepat
    Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
    Jakarta: Pemerintah mengklaim kebijakan pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19 sudah berada di jalur tepat. Hal itu diutarakan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir.

    Pernyataan Iskandar merespons kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai berlaku Senin, 14 September 2020 ini. "Kebijakan pemerintah kan sudah di track yang benar," ujar Iskandar saat dihubungi.

    Menurutnya, pemerintah terus menjalankan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga momentum perbaikan berbagai indikator. Meski pembatasan ketat kembali diterapkan, lanjut dia, pemerintah berupaya meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

    "Pemerintah akan melakukan operasi yustisi yang tegas mulai minggu ini. Untuk menegakkan disiplin 3M ke masyarakat. Sehingga, kemungkinan yang terkena covid-19 menurun. Itu strategi efektif untuk memberikan sentimen positif pada pasar," jelas Iskandar.

    "Saat ini, momentum perbaikan tetap terjaga. Karena aktivitas bisnis tetap bisa berjalan dengan protokol covid-19 pada era PSBB," jelas dia.

    Hal itu dibuktikan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang menguat Senin, 14 September 2020 pagi. Saat pembukaan perdagangan, IHSG bergerak di level 5.060,2. Kemudian, tidak berapa lama melejit sebesar 0,86 persen menjadi di level 5.189,0.

    Demikian nilai tukar rupiah yang dibuka menguat 35 poin atau 0,24 persen menjadi Rp14.855 per USD. Nilai itu naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp14.890 per USD.

    Lebih lanjut, Iskandar mengatakan pasar saham dan keuangan sempat terjun bebas akibat pengumuman mendadak dari Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, informasi terkait PSBB disampaikan tidak secara utuh.

    "Kemarin sebenarnya lebih disebabkan announce effect. Khususnya terhadap rem mendadak dan disebutkan rumah sakit kolaps, yang sebenarnya tidak seperti itu. Sentimen negatif lebih karena komunikasi PSBB yang kurang proper," pungkas Iskandar.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id