Permintaan Domestik Jadi Tumpuan Perlambatan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 17 Oktober 2019 16:10 WIB
    Permintaan Domestik Jadi Tumpuan Perlambatan Ekonomi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengandalkan permintaan domestik demi menopang perekonomian nasional. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengandalkan permintaan domestik demi menopang perekonomian nasional. Hal ini setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini.

    Menurutnya, perlambatan ekonomi global memang berdampak pada negara-negara maju maupun negara berkembang. Untuk itu, pemerintah mewaspadai perlambatan global dengan menyokong sektor domestik agar perekonomian tetap berjalan.

    "Selama domestic demand kita cukup kuat, kita tetap bisa untuk menetralisir. Oleh karena itu semua policy akan difokuskan untuk bagaimana menjaga momentum domestic demand enggak terlalu tertekan," kata dia ditemui di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Dirinya menambahkan penurunan ekonomi dirasakan oleh sejumlah negara di dunia. Bahkan ekonomi India diproyeksi turun dari 7,3 persen menjadi 6,1 persen, ekonomi Tiongkok diperkirakan hanya tumbuh enam persen di 2019 dan di bawah enam persen tahun depan.

    Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, penurunan proyeksi ekonomi oleh IMF tak lepas dari mulai terlihatnya dampak downside risk yang terjadi selama ini. Bukan hanya di negara maju saja, namun kondisi ini juga melebar hingga ke negara-negara berkembang.

    "Jadi kita harus waspada dari sisi eksternal kita. Ekspor kita masih menghadapi tekanan dan itu juga pasti akan mempengaruhi growth kita," jelas dia.

    Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang baru dirilis, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi tiga persen. Angka ini turun 0,2 poin dari perkiraan Juli.

    Ekonomi negara-negara maju terus melambat menuju potensi jangka panjang mereka, dengan pertumbuhan diturunkan menjadi 1,7 persen tahun ini, dibandingkan dengan 2,3 persen pada 2018. Pertumbuhan di emerging markets dan ekonomi berkembang juga telah direvisi turun menjadi 3,9 persen untuk 2019, dibandingkan dengan 4,5 persen tahun lalu.

    Laporan WEO Oktober juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan global untuk 2020 menjadi 3,4 persen, turun 0,1 poin persentase dari estimasi pada Juli. Sebelumnya, laporan WEO Juli sudah menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk 2019 dan 2020, masing-masing turun 0,1 poin persentase dari estimasi pada April.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id