Surplus BI Rp30 Triliun Jadi Penerimaan Negara - Medcom

    Surplus BI Rp30 Triliun Jadi Penerimaan Negara

    Media Indonesia - 26 September 2019 11:52 WIB
    Surplus BI Rp30 Triliun Jadi Penerimaan Negara
    Ilustrasi gedung BI. Foto: dok MI.
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan surplus Bank Indonesia sebesar Rp30 triliun akan menjadi berkah dalam memenuhi target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam APBN 2019 sebesar Rp378,2 triliun.

    "Surplus BI sudah masuk, makanya kami cukup optimistis," kata Direktur PNBP Kementerian Keuangan Wawan Sunarjo di Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Ia juga optimistis PNBP memenuhi target karena harga batu bara acuan (HBA) mulai naik menjadi USD70 per ton dari satu-dua bulan sebelumnya sempat mencapai USD65 per ton.

    Indikator optimisme lainnya, lanjut dia, ialah penagihan piutang, pelayanan kementerian/lembaga, dan tambahan Rp4 triliun dividen. Ke depan, ia menyebutkan akan membedah objek PNBP untuk memudahkan analisis dan pencapaian target yang lebih baik.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan kinerja APBN 2019 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak menyebutkan realisasi PNBP hingga Agustus 2019 mencapai Rp268,2 triliun atau 70,9 persen dari target.

    Realisasi itu tumbuh 11,6 persen jika dibandingkan dengan periode sama di 2018. Adapun pendapatan negara hingga akhir Agustus 2019 tumbuh 3,2 persen, yakni mencapai Rp1.189,3 triliun atau 54,9 persen dari target sebesar Rp2.165,1 triliun.

    Penerimaan perpajakan merupakan yang terbesar dari pendapatan dalam negeri sebesar Rp920,2 triliun atau 51,5 persen dari target Rp1.786,4 triliun.

    Kemenkeu mencatat defisit pada APBN 2019 hingga akhir Agustus mencapai Rp199,1 triliun, yang setara dengan 1,24 persen dari produk domestik bruto (PDB).

    Ia menuturkan defisit tersebut lebih tinggi 32 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018 yaitu sebesar Rp150,5 triliun atau setara dengan 1,02 persen PDB.

    "Total defisit anggaran sampai Agustus 2019 ialah Rp199,1 triliun. Tahun lalu posisi defisit Rp150,5 triliun. Ada kenaikan defisit yang cukup besar yaitu 32 persen," ujarnya.

    Sri Mulyani menjelaskan hal itu terjadi karena realisasi belanja pada tahun ini tumbuh lebih tinggi daripada pendapatan negara. Hingga Agustus 2019 pendapatan negara tercatat Rp1.189,3 triliun.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id