Bangkitkan Ekonomi dari Pandemi, Transformasi Teknologi Digital Perlu Dipercepat

    Angga Bratadharma - 14 November 2020 13:03 WIB
    Bangkitkan Ekonomi dari Pandemi, Transformasi Teknologi Digital Perlu Dipercepat
    Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas
    Jakarta: Pandemi covid-19 yang berjalan kurang lebih delapan bulan telah mengubah aktivitas masyarakat secara total. Salah satu hal yang paling jelas terlihat adalah masifnya pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam ruang lingkup ekonomi guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan terjadinya pandemi menjadi pendorong untuk melakukan transformasi di berbagai bidang di Indonesia. Di antara langkah yang dilakukan pemerintah yakni penyediaan jaringan backbone fiber optik ke seluruh Ibu Kota dan kabupaten/kota.

    Ia menambahkan percepatan digital juga dilakukan pemerintah di berbagai bidang seperti kesehatan, keuangan, lingkungan, dan lain-lain. Di bidang kesehatan, misalnya, melalui telemedicine atau pelayanan kesehatan jarak jauh terutama di daerah yang tenaga kesehatannya belum memadai.

    Di bidang lingkungan, pemanfaatan digital bisa dilakukan untuk melakukan pendataan potensi kebakaran, topografi, dan lain-lain. "Manfaat transformasi digital harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," tegas Suharso, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 November 2020.

    Selain infrastruktur, faktor lain yang juga penting adalah tersedianya SDM digital yang mumpuni. Menurut Ketua Pelaksana Dewan TIK Nasional Ilham Habibie pemerintah perlu memfasilitasi kolaborasi antara industri dengan perguruan tinggi. Saat ini, Indonesia masih memerlukan sekitar sembilan juta talenta digital demi memenuhi kebutuhan terkait transformasi digital.

    Pemerintah, lanjutnya, juga perlu meningkatkan kualitas lembaga sertifikasi nasional TIK sebagai sarana percepatan SDM talenta digital di Indonesia. Dirinya menekankan pentingnya pembentukan National Government Chief Information Officer (NGCIO) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan CIO institusi (lembaga/kementerian).

    Di sisi lain, Wakil Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan digital tourism merupakan salah satu hal penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia ke depan. Pengalaman digital menjadi semakin relevan di masa sekarang di mana interaksi secara langsung menjadi terbatas.

    "Penguatan akses internet di tujuan wisata menjadi salah satu agenda penting dalam mewujudkan digital tourism. Kemenparekraf sedang membuat aplikasi keamanan dan kesehatan terintegrasi yang dapat digunakan wisatawan di tempat wisata untuk mengetahui keadaan di tujuan wisata tersebut," pungkas Angela.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id