Khofifah Targetkan Pajak Daerah Naik 20,4% Akhir 2020

    Amaluddin - 05 September 2020 18:30 WIB
    Khofifah Targetkan Pajak Daerah Naik 20,4% Akhir 2020
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - - Foto: Medcom/ Amaluddin
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan penerimaan pajak daerah meningkat 20,4 persen di akhir 2020. Hal ini seiring dengan target penerimaan pajak Pemprov Jatim sebesar Rp2,097 triliun.

    Penyesuaian target penerimaan pajak daerah tersebut tertuang dalam rancangan Perubahan APBD 2020 sebesar Rp12,37 triliun dari target awal Rp10,28 triliun. Khofifah yakin target tersebut dapat dicapai seiring dengan tingginya tingkat kepatuhan masyarakat Jatim dalam membayar pajak.

    Di samping itu, berbagai program keringanan pajak juga telah dikeluarkan Pemprov Jatim untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi sulit akibat pandemi covid-19.

    "Sejak April lalu Pemprov sudah memberi keringanan pembayaran pajak dengan pembebasan sanksi yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian diskon korona sampai dengan adanya pemutihan yang saat ini masih berjalan," kata Khofifah, di Surabaya, Sabtu, 5 September 2020.

    Dengan berbagai pemberian stimulus tersebut, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditargetkan mengalami kenaikan sebesar Rp1,3 triliun atau 30,23 persen, sehingga target penerimaannya akan mencapai Rp5,6 triliun. Sementara untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) naik sebesar Rp450 miliar atau 21,43 persen, atau naik menjadi Rp2,55 triliun.

    "Stimulus keringanan pajak telah berhasil menggairahkan penerimaan pajak di semester I. Maka di semester II ini, antusiasme masyarakat dalam membayar pajak dengan memanfaatkan pemutihan diharapkan juga akan terus meningkat," ujar mantan Menteri Sosial RI tersebut.


    Selain PKB dan BBNKB, pajak rokok juga diprediksi naik sebesar Rp350 miliar atau 18,42  menjadi Rp2,25 triliun. Sementara untuk pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (BBM) diproyeksikan tetap stabil di angka Rp1,95 triliun. Hal itu didasarkan pada proyeksi recovery konsumsi kendaraan bermotor di semester II setelah turun cukup dalam hingga 33,01 persen pada semester I-2020.

    "Pada semester II ini konsumsi BBM juga akan mulai membaik setelah masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berakhir. Sehingga akan terjadi pergerakan kendaraan bermotor untuk mobilitas pribadi, umum maupun aktivitas ekonomi," kata Khofifah.

    Khusus untuk sektor pajak air permukaan, pada rancangan P-APBD tahun ini disesuaikan sebesar minus Rp3 miliar atau minus 10 persen, sehingga targetnya menjadi Rp27 miliar. Sedangkan penerimaan cukai rokok permintaan diperkirakan tetap, sehingga pajak rokok dihitung dengan memperhatikan  proporsi dan penerimaan yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan RI.

    "Peningkatan penerimaan pajak daerah ini akan menjadi energi yang luar biasa untuk percepatan pembangunan di Jatim. Kami akan tetap optimis bersama masyarakat Jatim yang semakin tinggi kesadarannya terhadap kewajiban membayar pajak," kata Khofifah.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id