Ini Alasan Pemerintah SBY Ngotot JSS Harus Dibangun

    Suci Sedya Utami - 26 Agustus 2014 19:56 WIB
    Ini Alasan Pemerintah SBY <i>Ngotot</i> JSS Harus Dibangun
    Pembangunan Jembatan Selat Sunda -- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
    medcom.id, Jakarta: Proyek Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) hingga kini berstatus 'menggantung'. Studi kelayakan atau feasibility studi (FS) yang ditargetkan harus rampung sebelum pergantian presiden belum membuahkan hasil. Namun, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono ngotot agar proyek ini tetap berjalan.

    Deputi Kemenko Perekonomian Bidang Infrastruktur Luky Eko Wuryanto membeberkan sikap kukuh pemerintah saat ini untuk tetap melanjutkan pembangunan JSS didasari karena adanya tekanan internasional yang menginginkan adanya jembatan Selat Malaka, yang menghubungkan Sumatera dengan Malaysia (Dumai-Malaka).
    "Sehingga pemerintah mencanangkan JSS, karena kita tidak ingin kemajuan yang sedang berlangsung di Sumatera malah tersedot ke Malaysia," terang Luky di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2014).

    Sebelum jembatan Selat Malaka terealisasi, pemerintah ingin terlebih dahulu menggabungkan dua pulau berkekuatan ekonomi besar sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pendapatan warga sekitar.

    "Tapi sebetulnya kita tidak menginginkan jembatan itu ada, sebelum Sumatera terintegrasikan dulu," jelas Luky.

    Menurutnya, pembangunan JSS akan bisa terlaksana apabila seluruh wilayah di Sumatera telah terintegerasi melalui adanya tol trans Sumatera. Kalau ini tidak dibangun, kata dia, yang terjadi adalah migrasi dari Sumatera ke Jawa.

    "Itulah kenapa tol Trans Sumatera penting karena dengan cara tersebut seluruh potensi perekonomian di Sumatera akan terintegrasi. Kalau Sumatera enggak terintegrasi, lalu ada JSS, yang ada justru Jawa semakin penuh karena orang Sumatera bisa dengan mudah ke Jawa," jelasnya.

    Meski demikian lanjutnya, pembangunan JSS tak akan terealisasi pada sisa waktu pemerintah presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga akan diwariskan pada pemerintah mendatang.

    "Tapi kita wariskan JSS ke pemerintahan mendatang saja. Diharapkan ada progres lebih lanjut pada kabinet yang baru," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id