• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

OECD Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2019

Desi Angriani - 12 Oktober 2018 14:56 wib
Head of the Indonesia/Switzerland Desk in the OECD's Economics
Head of the Indonesia/Switzerland Desk in the OECD's Economics Department Christine Lewis (tengah). Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Jakarta: Survei ekonomi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan tetap sehat atau berada di level 5,3 persen. Kondisi tersebut tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi yang masih solid di kisaran lima persen sejak 2013 lantaran didorong sektor konsumsi dan investasi infrastruktur.

"Pertumbuhan diproyeksikan akan tetap sehat. Pada 2019, PDB Indonesia sekitar 5,3 persen," kata Head of the Indonesia/Switzerland Desk in the OECD's Economics Department Christine Lewis, dalam sebuah seminar, di LPEM FEB UI, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Christine sehatnya ekonomi Indonesia ditopang oleh kebijakan moneter dan kondisi fiskal yang berhasil menyeimbangkan pertumbuhan dan stabilitas. Di sisi lain, angka kemiskinan dan ketimpangan semakin menurun, sedangkan akses pada layanan publik makin meluas. 

"Setelah menurunkan suku bunga acuan di 2016-2017 guna menopang pertumbuhan ekonomi, kini Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan demi memperlambat aliran modal keluar," imbuh dia.

Baca juga: OECD: Utang Indonesia Tergolong Rendah

Selain itu, defisit anggaran diperkirakan menurun pada 2018 dan 2019. Hal ini akan memberi kelonggaran lebih besar terhadap batas yang ditentukan undang-undang sebesar tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Inflasi tahunan juga berada di tengah-tengah rentang 3,5 persen plus minus satu persen," imbuh dia.

Namun demikian, aliran modal keluar terkait pengetatan moneter di Amerika Serikat perlu diantisipasi. Pasalnya modal keluar yang besar membuat kenaikan suku bunga menjadi besar sehingga memperlambat pertumbuhan. 

Baca juga: Efisiensi Investasi Publik Tingkatkan 6,5% Nilai Aset Indonesia

Sisi positifnya, reformasi peraturan dan penambahan infrastruktur yang telah dilakukan dapat meningkatkan investasi dan mempercepat ekspor.

"Risiko negatif yang penting dalam proyeksi ini adalah aliran modal keluar," pungkas dia.




(HUS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.