comscore

RI Sudah Manfaatkan Digitalisasi, Luhut: Kita Bukan Negara Terbelakang

Eko Nordiansyah - 15 Maret 2022 18:14 WIB
RI Sudah Manfaatkan Digitalisasi, Luhut: Kita Bukan Negara Terbelakang
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Kemenko Kemaritiman dan Investasi
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia harus bisa memanfaatkan Presidensi G20 untuk menunjukkan berbagai kemajuan yang telah dilakukan pemerintah. Apalagi Indonesia juga telah memanfaatkan digitalisasi untuk berbagai hal.

"Jangan pula orang G20 itu menganggap kita ini masih negara-negara terbelakang, tidak itu. Kita ini cukup maju kok. Kita jauh lebih maju dari mereka, karena kita nyata melakukan tindakan," kata dia, dalam Kickoff Digital Economy Working Group (DEWG) G20, Selasa, 15 Maret 2022.
Salah satu pemanfaatan digitalisasi oleh pemerintah adalah untuk penanganan pandemi covid-19. Luhut mengungkapkan, pemerintah selama ini menggunakan data dari Facebook, NASA, hingga Google Mobility Index untuk memantau pergerakan masyarakat sehingga bisa mengambil kebijakan terkait pandemi.

Tak hanya itu, Luhut juga telah menyampaikan berbagai kesuksesan Indonesia dalam memanfaatkan digitalisasi teknologi ini. Bahkan kepada Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al-Nahan (MBZ) dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony John Blinken, ia menyebut, Indonesia bukan seperti 10 tahun lalu.

"Kita bicara misalnya dengan Menlu Blinken, tidak bisa kalian berpikir Indonesia ini seperti Indonesia 10 tahun lalu, Indonesia ini sudah berbeda. Jadi kemajuan-kemajuan kita di digitalisasi, big data, semua berkembang dengan cepat, efisiensi semua berkembang dengan cepat," ungkapnya.

Ia menambahkan, efisiensi dari digitalisasi ini juga akan mengantarkan Indonesia untuk jadi negara maju. Bahkan Luhut meyakini, pendapatan per kapita Indonesia bisa meningkat jadi USD10 ribu pada 2030 dari sebesar USD4,35 ribu pada 2021 didukung oleh efisiensi dan digitalisasi yang dilakukan di banyak bidang.


"Kita pada 2030 income per kapita kita bisa di USD10 ribu. Kenapa? Semua efisiensi, efisiensi kenapa? Semua digitalisasi. Jadi ingin saya katakan kalau kita bicara keluar itu kita ini masih seperti kelas-kelas kambing. Bangsa ini bukan 10 tahun yang lalu, orang tidak melihat perkembangan ekonomi kita," pungkas dia.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id