Pemerintah Diminta Tunda Kenaikan Cukai Rokok untuk Tahun Depan

    Eko Nordiansyah - 14 September 2021 13:24 WIB
    Pemerintah Diminta Tunda Kenaikan Cukai Rokok untuk Tahun Depan
    Ilustrasi petani tembakau. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dinilai akan membuat petani tembakau dan pekerja sigaret kretek tangan (SKT) semakin terpojok. Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Gadjah Mada AB Widyanta mengatakan, rencana kenaikan cukai rokok tahun depan perlu ditunda.

    "Rencana kenaikan cukai rokok 2022 harus dihentikan terlebih dahulu karena pandemi sudah banyak mem-PHK orang. Pemerintah perlu punya sense of crisis karena ini memengaruhi kehidupan banyak orang," kata dia dalam webinar, Selasa, 14 September 2021.

     



    Widyanta menyebut, pemerintah dan masyarakat harus membuka mata secara kritis bahwa tembakau merupakan komoditas yang menghidupi banyak keluarga di Indonesia untuk mempertahankan hidup. Bahkan negara juga memperoleh kontribusi cukai hampir Rp200 triliun setiap tahunnya.

    "Dengan kontribusi ini, seharusnya pemerintah tidak bisa seenaknya sendiri. Selama ini pemerintah tidak pernah bersungguh-sungguh melakukan proteksi dan pemberdayaan petani tembakau, petani cengkih, dan buruh industri rokok," tegasnya.

    Selain itu, ia menilai pemerintah juga abai terhadap masalah tata niaga tembakau dan cengkih yang memberatkan petani. Menurut dia, alasan kenaikan cukai Tembakau yang salah satunya untuk penerimaan negara tidak berjalan lurus dengan perlindungan petani tembakau, petani cengkih, dan buruh.

    Sementara itu Ekonom Muda UGM Sulthan Farras menambahkan, apabila cukai rokok dinaikkan maka akan ada sektor yang akan terganggu, khususnya sektor padat karya seperti Sigaret Kretek Tangan (SKT). Untuk itu, ia menekankan pentingnya perlindungan segmen SKT dari segmen lainnya yang bersifat padat modal.

    "Berbagai studi membuktikan saat terjadi penurunan produksi IHT, ada PHK yang menimbulkan kemiskinan. (Pekerja) SKT utamanya adalah ibu-ibu untuk melinting. Karena itu kenaikan cukai rokok pasti akan berdampak mulai dari produsen, konsumen, petani dan pekerja tembakau," ujar dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id