Menperin: UU Ciptaker Perkuat Motor Penggerak Perekonomian Nasional

    Ilham wibowo - 19 Oktober 2020 12:32 WIB
    Menperin: UU Ciptaker Perkuat Motor Penggerak Perekonomian Nasional
    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) akan mampu mendorong reindustrialisasi di Indonesia. Penerapan omnibus law bakal lebih meningkatkan kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB).

    "Dalam memacu reindustrialisasi di Tanah Air, kami juga fokus untuk pendalaman struktur industri dan penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Hingga kini, kontribusi manufaktur ke PDB masih terbesar dibandingkan sektor ekonomi lainnya," kata Agus Gumiwang melalui keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2020.  

    Bukti nyata peran penting sektor industri sebagai motor penggerak utama bagi perekonomian nasional lantaran sebagai penyumbang tertinggi pada struktur PDB nasional. Pada triwulan II-2020 angka sumbangsihnya mencapai 19,87 persen.

    “Kami akan terus melakukan berbagai upaya strategis agar industri manufaktur tetap berproduksi dan berdaya saing di tengah pandemi covid-19,” ujar Menperin.

    Agus menyampaikan, UU Ciptaker sudah diamati para pelaku industri dan investor domestik maupun asing jauh sebelum disahkan. Ketertarikan untuk membuka fasilitas produksi di Indonesia diyakininya bisa segera diwujudkan.

    “Saat kami melakukan kunjungan kerja di beberapa negara, para pelaku industri dan investor asing menyambut baik adanya pembahasan omnibus law. Tentunya apabila investasi ini terealisasi, akan membuka lapangan kerja yang cukup banyak,” paparnya.

    Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), daftar investasi di sektor manufaktur sepanjang 2019-2023 mencapai Rp1.048 triliun. Menurut Agus, catatan tersebut bisa segera direalisasikan tanpa khawatir menghadapi regulasi rumit yang menghambat.

    “Kami yakin, dengan adanya omnibus law, posisi wait and see tidak ada lagi dan akan mempercepat realisasi dari komitmen investasi yang sudah disampaikan ke BKPM,” imbuhnya.

    Selain mendorong pertumbuhan industri manufaktur, jutaan lapangan kerja bisa tercipta dari iklim usaha yang lebih kondusif. Agus memastikan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja sudah menjadi fokus dalam omnibus law tersebut.

    “Pekerja mendapatkan jaminan kesejahteraan yang sesuai dengan keahlian mereka, serta bisa memperoleh Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang mendukung mereka untuk kembali ke dunia kerja,” tuturnya. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id