• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BI: Kalau tak Diintervensi, Pelemahan Rupiah Bisa Capai 15%

Husen Miftahudin - 14 September 2018 19:00 wib
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi guna membuat nilai tukar rupiah tak terjerembab kian dalam. Pasalnya, sejak Januari hingga hari ini atau year to date (ytd), depresiasi rupiah sudah 9,09 persen.

"Kalau tidak ada intervensi, mungkin depresiasi bisa capai 15 persen," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam sebuah acara di Grand Ballromm Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Menurutnya, Bank Sentral tidak menghendaki pelemahan rupiah yang terus menukik. Maka itu, otoritas melakukan kombinasi kebijakan moneter agar pergerakan nilai tukar rupiah berada pada posisi fundamentalnya.

"Kita melakukan kombinasi kebijakan yang kita lakukan setiap hari," tegasnya.

Kebijakan tersebut yakni intervensi ganda di pasar valuta asing (valas) dan pasar surat berharga negara (SBN). Kemudian mempertimbangkan opsi kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-day repo rate.

"Dalam jangka pendek harus jaga rupiah. Sedangkan kalau bicara jangka menengah dan panjang, kita dorong eskpor atau kita masuk bagaimana dorong pariwisata," bebernya.

Untuk pasar valas, Bank Sentral mengintervensi secara terukur untuk menjamin likuiditas valas yang ada. "Suplai valas itu dilakukan secara terukur," pungkas Dody.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.