comscore

Ekonomi Hijau Kunci Terlepas dari Jebakan Negara Berpenghasilan Menengah

Antara - 13 Oktober 2021 13:42 WIB
Ekonomi Hijau Kunci Terlepas dari Jebakan Negara Berpenghasilan Menengah
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas
Jakarta: Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan ekonomi hijau atau green economy merupakan salah satu game changer dalam transformasi pertumbuhan ekonomi yang diperlukan untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu diperlukan oleh Indonesia untuk mencapai target Visi 2045 sekaligus keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap," kata Suharso, saat menyampaikan pembicara kunci pada acara A Green Economy for a Net Zero Future secara daring, di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Oktober 2021.
Kepala Bappenas mengatakan pandemi covid-19 dan ancaman nyata perubahan iklim menjadi Indonesia tidak lagi sama dengan kondisi sebelumnya. Dari sisi ekonomi, diperlukan strategi besar untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke trajectory sebelum terjadinya pandemi covid-19.

Sementara dari aspek sustainaiblity pembangunan secara bisnis visual juga dinilai tidak mampu lagi menjawab tantangan yang ada. “Berbagai tantangan tersebut menunjukkan urgensi bagi Indonesia untuk membangun kembali dengan lebih baik atau build back better usai pandemi ini," ujar Suharso.

Prioritas nasional

Oleh karena itu, lanjutnya, pembangunan rendah karbon menjadi salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 dan berperan penting sebagai tulang punggung menuju ekonomi hijau untuk pembangunan berkelanjutan.

“Berbagai temuan studi di tingkat global menunjukkan bahwa dukungan investasi terhadap pembangunan rendah karbon pascapandemi memiliki dua manfaat,” ungkapnya.

Manfaat pertama, lanjutnya, dalam jangka pendek mendorong peningkatan lapangan pekerjaan hijau atau green jobs. Kedua dalam jangka panjang dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa laporan Low Carbon Development Inisiatif yang diluncurkan hari ini menyajikan analisis ilmiah dari berbagai skenario menuju ekonomi hijau melalui pembangunan rendah karbon, termasuk upaya net zero emission Indonesia pada 2060.

Ia berharap laporan tersebut dapat menjadi referensi bagi para pembuat kebijakan dan mendorong perumusan kebijakan di semua tingkatan demi terwujudnya ekonomi hijau yang kuat tangguh dan berkelanjutan di masa depan.

Selain juga meminta kerja cerdas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan guna memastikan proses transisi yang adil menuju net zero emission dan ekonomi hijau di masa mendatang.

“Target Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060 merupakan capaian signifikan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim, tetapi lebih jauh dari itu penting memastikan Indonesia tidak terlambat untuk memulai transisi menuju ekonomi hijau,” pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id