Riset: Ekonomi Indonesia Membaik di 2021

    Arif Wicaksono - 13 Januari 2021 12:44 WIB
    Riset: Ekonomi Indonesia Membaik di 2021
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
    Jakarta: Laporan Bank DBS bertajuk "Regional Market Focus: Regional Strategy" merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan akan terus membaik dengan permintaan domestik dan belanja pemerintah yang akan menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi Indonesia.

    "Dengan prospek pertumbuhan yang lebih baik pada 2021, kami percaya pemulihan siklus (cyclical recovery) dan pertumbuhan domestik akan menjadi tema utama tahun depan," jelas ekonom Bank DBS dalam laporannya, Rabu, 13 Januari 2021.

    Bank DBS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar empat persen, lebih rendah dibanding proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 dan Bank Indonesia (BI) sebesar 4,8 hingga 5,8 persen.

    Seiring berakhirnya ketidakpastian politik di AS dan ketersediaan vaksin covid-19, aliran modal asing ke emerging market, termasuk Indonesia, yang melemah pada dua tahun terakhir diprediksi akan membaik pada tahun mendatang.

    Perkiraan ini juga dipicu stabilnya dolar AS dan rupiah Indonesia. Aliran modal asing ini akan berdampak besar bagi IHSG, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar (the big cap stocks) seperti saham perbankan.

    "Kami percaya aliran modal asing ini akan mendorong kinerja IHSG lebih baik lagi pada 2021," ujar ekonom Bank DBS.

    Sementara itu, BI kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan yang rendah dan fokus pada dukungan kebijakan non-konvensional. Obligasi rupiah diprediksi akan menjadi daya tarik baru jika disertai dengan rasio penawaran yang lebih tinggi dalam lelang, sehingga investor dapat memperoleh keuntungan dengan dukungan bank sentral.

    Guna menenangkan kegelisahan para investor pasar modal terhadap kebijakan defisit anggaran yang lebih besar untuk membantu perekonomian nasional, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) memastikan BI akan tetap pada posisinya sebagai standby buyer pada tahun depan untuk mendukung pemulihan ekonomi.

    Ekonom Bank DBS memperkirakan partisipasi BI dalam menyerap surat utang negara tidak akan sebesar tahun 2020 karena defisit yang membaik dan partisipasi publik yang lebih besar.

    Total belanja Pemerintah Indonesia dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp2.750 triliun atau 15,6 persen dari Produk Domestik Bruto dengan asumsi pertumbuhan ekonomi lima persen.

    Defisit anggaran dalam APBN 2021 direncanakan 5,7 persen, sedikit lebih kecil dari defisit anggaran pada 2020 yakni 6,34 persen. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada acara Refleksi Awal Tahun 2021, anggaran untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional 2021 dialokasikan sebesar Rp403,9 triliun, yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp372,3 triliun.

    Anggaran tersebut akan digunakan membiayai enam program utama yakni kesehatan dengan anggaran, perlindungan sosial, sektoral kementerian dan lembaga, dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, pembiayaan korporasi dengan anggaran, dan insentif usaha. 

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id