• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Butuh Reformasi Struktural untuk Tahan Pelemahan Rupiah

Eko Nordiansyah - 12 Juli 2018 20:44 wib
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Singapura: DBS Group memperkirakan rupiah sampai dengan akhir tahun akan melemah ke level Rp14.600 per dolar Amerika Serikat (USD). Pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS yang terjadi terhadap seluruh mata uang di dunia.

Head Group Research Indonesia DBS Maynard Arif menjelaskan butuh reformasi struktural untuk membantu rupiah kembali menguat. Selama ini instrumen moneter dari Bank Indonesia (BI) banyak digunakan untuk membantu rupiah bertahan dari penguatan AS.

"Sebetulnya kalau kita lihat, untuk mengatasi pelemahan rupiah bukan hanya fiskal dan moneter, tapi adanya perubahan struktural," kata dia di DBS Marina Bay Financial Centre, Singapura, Kamis, 12 Juli 2018.

Dirinya menambahkan, perubahan struktural bisa dilakukan dengan mengurangi defisit transaksi berjalan (CAD). Upaya adalah bagaimana pemerintah bisa mendorong ekspor di saat bersamaan mengurangi ketergantungan impor.

"Secara garis besar, bagaimana sih cara mengubah biar rupiah tidak terlalu jelek, kita jangan bergantung pendanaan dari luar lagi. Dalam arti kata, ekspor ditingkatkan, bagaimana kita jadi nett eksportir bukan hanya nett importir," jelas dia.

Namun demikian, tak mudah bagi pemerintah maupun BI untuk membuat rupiah kembali menguat dalam waktu dekat. Apalagi pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah maupun bank sentral.

"Menurut kita, jangka pendek agak berat untuk mencari solusi yang dampaknya besar sehingga rupiah menguat. Karena ruangannya enggak banyak, paling mengurangi impor, itu yang bisa kita jaga. Dan dari sisi fiskal juga kita masih budget defisit, bagaimana mengurangi defisit itu," pungkasnya.


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.