Sri Mulyani Prediksi Ekonomi 2020 Negatif Lebih Dalam

    Eko Nordiansyah - 22 September 2020 11:28 WIB
    Sri Mulyani Prediksi Ekonomi 2020 Negatif Lebih Dalam
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Erlangga
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 tumbuh negatif antara minus 1,7 sampai minus 0,6 persen. Proyeksi ini lebih rendah dari sebelumnya yakni minus 1,1 persen hingga 0,2 persen.

    "Kemenkeu melakukan revisi forecast pada September ini," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video conference di Jakarta, Selasa, 22 September 2020.

    Penurunan outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini antara lain disebabkan oleh kasus covid-19 yang masih terakselerasi. Bahkan kemungkinan untuk pertumbuhan ekonomi negatif bisa berlanjut pada kuartal III dan IV.

    "Ini artinya negatif territory akan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal IV, yang kita upayakan bisa mendekati nol atau positif," jelas dia.

    Pada kuartal I-2020, ekonomi Indonesia masih mencatat pertumbuhan 2,97 persen. Sayangnya pada kuartal II, ekonomi mengalami kontraksi mencapai 5,32 persen imbas pembatasan aktivitas untuk mencegah penyebaran covid-19.

    Sementara untuk tahun depan Sri Mulyani masih optimistis pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan antara 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen.

    "Untuk tahun depan kita tetap menggunakan sesuai yang dibahas di RUU APBN 2021 yaitu antara 4,5 hingga 5,5 persen dengan forecast titiknya di 5,0 persen," pungkasnya. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id